William Maxwell: Mengapa Aku Berhenti Menulis Sajak
Prosanya mengambil bentuk fiksi karena aku menyukai kisah-kisah dan tak memiliki genggaman yang terlalu kuat atas ide-ide.
BY ADDI M IDHAM
Saat aku
berada di Harvard aku sempat mengenal Robert Fitzgerald, dan aku sering
memperlihatkan sajak-sajakku padanya. Meskipun pada kenyataannya aku lebih tua
darinya—aku seorang mahasiswa master dan dia saat itu mahasiswa tingkat dua—aku
memiliki penghormatan yang besar padanya. Dia berpendidikan lebih baik dariku,
dan berpendirian kuat, dan dia membenci apa pun yang bukan kualitas utama. [1]
Suatu hari
dia membaca sajakku dan kemudian melihat ke arahku, lebih seperti caramu
memandang anak kecil yang membawa masalah, dan dia mengatakan, “Kenapa kau
tidak menulis prosa saja?” Aku sangat gembira bahwa dia berpikir aku mampu
menulis apa pun itu yang baru kuperlihatkan dan menulis prosa-seolah dia
memberikanku izin untuk mencoba. Prosanya mengambil bentuk fiksi karena aku
menyukai kisah-kisah dan tak memiliki genggaman yang terlalu kuat atas ide-ide.[2]
[1] William
Keepers Maxwell Jr. adalah seorang editor, novelis, penulis cerita pendek,
esais, penulis buku anak-anak, dan penulis memoar asal Amerika. Ia menjabat
sebagai editor fiksi di The New Yorker dari tahun 1936 hingga 1975. Sebagai
editor yang berdedikasi kepada para penulisnya, Maxwell menjadi mentor dan
orang kepercayaan bagi banyak penulis.
[2] Letter form
the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara
dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953.
Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses
awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau
sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari
intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana
mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi
pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)
Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.