Stephen Spender: Mengapa Aku Menulis Puisi

Stephen Spender

INSPIRASI
July 25, 2026

Stephen Spender: Mengapa Aku Menulis Puisi

Gagasan lainnya adalah milik Paul Valery, apa yang dia sebut une ligne donnee, bahwa kau diberikan satu baris dan kau mencoba mengikuti petunjuk ini, menghasilkan keseluruhan sajak dari baris itu.


Foto Penulis BY ADDI M IDHAM

Terdapat dua teori tentang inspirasi.[1] Salah satunya bahwa puisi dapat benar-benar didiktekan padamu, seperti yang terjadi pada William Blake. Kau berada dalam suasana halusinasi, dan kau mendengar sebuah suara atau bahkan kau sedang berkomunikasi dengan sesuatu di luar dirimu, seperti sajak baru milik James Merril, yang dia katakan didiktekan melalui papan Ouija oleh Auden dan orang-orang lain. [2]

Gagasan lainnya adalah milik Paul Valery, apa yang dia sebut une ligne donnee, bahwa kau diberikan satu baris dan kau mencoba mengikuti petunjuk ini, menghasilkan keseluruhan sajak dari baris itu. Pengalamanku sendiri adalah bahwa sebuah ritme atau sesuatu muncul di kepalaku yang kurasakan harus kulakukan, aku harus menuliskannya, menciptakannya.

Contohnya, aku ingat sedang melihat ke luar jendela di atas kereta dan menyaksikan sebuah pemandangan industrial, pabrik-pabrik, tumpukan ampas bijih, dan baris itu muncul di kepalaku: “Sebuah bahasa tentang daging dan mawar-mawar.” Latar belakang pemikiran ini adalah bahwa pemandangan industrial itu merupakan sebuah bahasa, yang orang ciptakan dari alam, perbedaan mencolok dari alam dan industrial, ”A language of flesh and roses.”

Persoalan dengan sajaknya adalah bagaimana mempertemukan koneksi ini, mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya kau pikirkan pada saat itu, dan mencoba untuk menciptakan ulang hal itu. Jika aku memikirkan sebuah sajak, aku mungkin saja menghabiskan enam bulan menulis, tapi apa yang benar-benar kucoba lakukan adalah mengingat apa yang kupikirkan pada saat itu.



[1] Sir Stephen Harold Spender CBE adalah seorang penyair, novelis, dan esais Inggris yang karyanya berfokus pada tema-tema ketidakadilan sosial dan perjuangan kelas. Ia diangkat sebagai Konsultan Penyair Laureat AS untuk Perpustakaan Kongres pada tahun 1965.

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)

 

Addi M Idham
ADDI M IDHAM

Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.