Truman Capote: Idemu akan Selalu Menghantuimu
BY GALERI BUKU JAKARTA
Aku selalu
mempunyai ilusi bahwa keseluruhan dari sebuah cerita, permulaannya dan bagian
pertengahan dan bagian akhir, terjadi secara simultan dalam pikiranku—ketika
aku melihatnya dalam sekejap. Tetapi ketika mengerjakannya, menuliskannya,
kejutan-kejutan yang tak berhingga terjadi. Puji Tuhan, karena kejutan,
pelintirannya, frasa-frasa yang muncul begitu saja diwaktu yang tepat, adalah
keuntungan yang tak terduga, dorongan kecil yang menyenangkan yang membuat
penulis terus bekerja.[1]
Suatu masa
aku terbiasa menyimpan buku-buku catatan dengan kerangka cerita. Tapi aku
mendapati entah bagaimana hal ini mematikan ide dalam imajinasiku. Jika
gagasannya cukup baik, jika itu benar-benar milikmu, kau tak akan bisa
melupakannya… ia akan menghantuimu sampai kau menuliskanya.[2]
[1] Truman
Garcia Capote adalah seorang novelis, penulis skenario, dan dramawan Amerika.
Beberapa cerita pendek, novel, dan dramanya telah dipuji sebagai karya sastra
klasik, dan ia dianggap sebagai salah satu pendiri Jurnalisme Baru, bersama
dengan Gay Talese, Hunter S. Thompson, Norman Mailer, Joan Didion, dan Tom
Wolfe.
[2] Letter form the Editor:
Majalah The Paris Review
(2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook,
sebuah jilid buku yang berisi
intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang
muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah
diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan
menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi.
“Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para
pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada
mulanya.
Ex sunt numquam aperiam voluptates aliquid ut consequatur. Quia consequuntur dolor deserunt consequatur quia incidunt. Non nihil voluptate exercitationem error quibusdam. Quisquam dignissimos quis architecto adipisci. Rerum nihil animi nihil officiis eius quia molestias.