Aldous Huxley: Kreativitas Datang dari Jiwa, Bukan Raga
Aku tidak percaya untuk beberapa saat bahwa kreativitas adalah sebuah gejala kelainan syaraf.
BY MARLINA SOPIANA
Aku tidak
percaya untuk beberapa saat bahwa kreativitas adalah sebuah gejala kelainan
syaraf. [1]
Sebaliknya, orang dengan gangguan syaraf yang sukses sebagai seorang seniman
telah melampaui rintangan yang maha dahsyat. Dia menciptakan sesuatu meskipun
memiliki kelainan syaraf, bukan karenanya.[2]
[1] Aldous
Leonard Huxley adalah seorang penulis dan filsuf Inggris. Karya-karyanya
mencakup hampir 50 buku, termasuk karya non-fiksi, serta esai, narasi, dan
puisi. Lahir dalam keluarga Huxley yang terkemuka, ia lulus dari Balliol
College, Oxford, dengan gelar di bidang sastra Inggris.
[2] Letter form
the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara
dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953.
Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses
awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau
sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari
intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana
mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi
pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)
Neque laborum est voluptas nihil nesciunt voluptas. Officia nisi quia dolorem nisi praesentium ut debitis. Repellendus deleniti in quia at eveniet dolorem sequi eius.