Joyce Cary: Yang Dipikirkan Novelis Saat Memikirkan Ide Novel

Joyce Cary

INSPIRASI
July 24, 2026

Joyce Cary: Yang Dipikirkan Novelis Saat Memikirkan Ide Novel

Pada saat-saat seperti itu aku sering membuat catatan. Tapi aku tidak melakukannya-dan aku melupakan seluruh peristiwa itu.


Foto Penulis BY ADDI M IDHAM

Seringkali aku tidak mengetahui asal mulanya. Belakangan aku mempunyai pengalaman aneh yang memberiku pandangan sekilas atas prosesnya, sesuatu yang tak pernah kusangka. Aku sedang berkeliling Manhattan menaiki kapal uap dengan seorang teman dari Amerika, Elizabeth Lawrence dari majalah Harper. Dan aku menyadari seorang gadis duduk sendirian di ujung lain geladak-seorang gadis berusia kira-kira tiga puluh tahun, mengenakan rok yang lusuh. Dia sedang menikmati kesendiriannya. Sebuah ekspresi yang bagus, dengan dahi yang berkerut, kerutan yang banyak sekali. Aku mengatakan pada temanku, “Aku dapat menulis tentang gadis itu-menurutmu dia itu siapa?” Elizabeth mengatakan bahwa mungkin saja gadis itu seorang guru yang sedang berlibur, dan menanyakanku mengapa aku ingin menulis tentang gadis itu. [1]

Aku menjawab sebenarnya aku tak tahu-aku membayangkan gadis itu seorang yang peka dan cerdas, dan mengalami kesulitan karenanya. Mempunyai hidup yang sulit tetapi juga menghasilkan sesuatu darinya. Pada saat-saat seperti itu aku sering membuat catatan. Tapi aku tidak melakukannya-dan aku melupakan seluruh peristiwa itu. Lalu, kira-kira tiga minggu setelah itu, di San Fransisco, aku bangun di tengah malam, kupikir, dengan sebuah cerita dikepalaku.

Aku membuat uraian ceritanya saat itu juga-cerita itu tentang seorang gadis Inggris di negerinya-sebuah dongeng Inggris murni. Hari berikutnya sebuah pertemuan dibatalkan dan aku memiliki sehari penuh yang kosong. Aku menemukan catatanku dan menuliskan ceritanya-itu adalah peristiwa-peristiwa utama dan sejumlah garis penghubung. Beberapa hari kemudian, di dalam pesawat-waktu yang ideal untuk menulis-aku mulai mengerjakannya, merapikannya, dan aku berpikir, ada apa dengan kerutan-kerutan di wajah itu, itu ketiga kalinya mereka muncul. Dan aku tiba-tiba tersadar bahwa pahlawan Inggrisku adalah gadis di atas kapal Manhattan. Entah bagaimana dia masuk ke dalam alam bawah sadarku, dan muncul kembali dengan sebuah cerita yang utuh.[2]

 



[1] Arthur Joyce Lunel Cary, yang dikenal sebagai Joyce Cary, adalah seorang novelis dan pejabat kolonial Inggris-Irlandia. Novel-novelnya yang paling terkenal antara lain Mister Johnson dan The Horse's Mouth.

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya.

Addi M Idham
ADDI M IDHAM

Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.