James Merrill: Isi Kepala Penyair Saat Menenun Kata

James Merrill

INSPIRASI
July 25, 2026

James Merrill: Isi Kepala Penyair Saat Menenun Kata

Aku mencoba untuk berhenti, menjauh dari halamannya, ke arah dapur untuk sekadar mengaduk dan mengasinkan yang memberikan kesempatan pada kata-kata untuk merapikan diri mereka sendiri.


Foto Penulis BY MARLINA SOPIANA

Tak peduli kau berada di mejamu atau tidak saat sebuah sajak sedang dikerjakan, bukankah ada pusaran arus yang terus menerus berputar di kepalamu?[1]

Jika cukup kuat segala jenis reruntuhan kapal tersedot ke arahnya, seberapa selektif sulit diputuskan pada saat itu. Aku mencoba untuk berhenti, menjauh dari halamannya, ke arah dapur untuk sekadar mengaduk dan mengasinkan yang memberikan kesempatan pada kata-kata untuk merapikan diri mereka sendiri di balik punggungku. Akan tetapi benar-benar tak ada jalan untuk melarikan diri, kecuali mungkin minuman pada gelas ketiga.[2]

Pada hari-hari “biasa”, hari-hari di saat kau tidak memiliki apa pun di pembakaran, mungkin saja aman untuk mengatakan kau sama sekali bukan penyair: lebih seperti seorang dokter di pesta makan malam, hanya merupakan tamu lainnya sampai penjamunya merosot ke lantai atau sampai pager kecilnya mati. Kebanyakan dari sinyal-sinyal itu merupakan peringatan yang keliru-hanya saja mereka tidak. Bahasa adalah perantaramu.

Kau bisa saja sedang berbicara atau menulis surat, dan muncullah sebuah observasi, sebuah “bunyi kalimat” yang kau sukai. Ia tidak harus kalimatmu sendiri. Dan itu tidak akan menjadikan sebuah sajak, atau cocok dimasukkan ke dalamnya. Tetapi peradangan yang diberikan padamu-dan inilah, aku berani mengatakan, yang membedakan dirimu dari “warga biasa”-mengingatkanmu bahwa kau harus berhati-hati, bahwa kau memiliki suatu kondisi yang perlu dijaga…

 


[1] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)

[2] James Ingram Merrill adalah seorang penyair Amerika. Ia dianugerahi Penghargaan Pulitzer untuk puisi pada tahun 1977 untuk Divine Comedies.

Marlina Sopiana
MARLINA SOPIANA

Neque laborum est voluptas nihil nesciunt voluptas. Officia nisi quia dolorem nisi praesentium ut debitis. Repellendus deleniti in quia at eveniet dolorem sequi eius.