Katherine Anne Porter: Ide Tak Terbentuk  Tiba-tiba, Ia Mengendap Lama

Katherine Anne Porter

INSPIRASI
July 25, 2026

Katherine Anne Porter: Ide Tak Terbentuk Tiba-tiba, Ia Mengendap Lama

Ya, mereka mendesakku untuk datang dan bermain kartu. Tetapi aku sangat yain, karena aku tahu waktunya telah tiba untuk menulis cerita itu, dan aku harus menulisnya.


Foto Penulis BY MARLINA SOPIANA

Kenyataannya adalah sepanjang hidupku aku tak pernah menulis sebuah cerita yang tidak mempunyai fondasi yang sangat kuat dalam pengalaman nyata manusia—pengalaman orang lain seringnya, tetapi sebuah pengalaman yang menjadi milikku dengan mendengarkan ceritanya, dengan menyaksikan peristiwanya, dengan mendengar hanya satu kata mungkin. Itu tak masalah, hanya mengambil sedikit-sebuah benih kecil. Lalu ia berakar, dan ia tumbuh. Ia merupakan benda organis.[1]

Cerita itu [“Flowering Judas”] telah berada dalam pikiranku selama bertahun-tahun, tumbuh dari sebuah peristiwa kecil yang terjadi di Mexico. Ia membentuk dan mewujud di kepalaku, hingga suatu malam aku cukup putus asa-orang-orang selalu mudah bersosialiasi, dan aku juga mudah bersosialisasi, dan jika aku tinggal di sekeliling teman-temanku…Ya, mereka mendesakku untuk datang dan bermain kartu. Tetapi aku sangat yain, karena aku tahu waktunya telah tiba untuk menulis cerita itu, dan aku harus menulisnya.

Sesuatu yang kulihat saat aku melewati sebuah jendela suatu sore. Seorang gadis yang kukenal memintaku untuk masuk dan duduk dengannya, karena seorang lelaki akan datang menemuinya, dan dia merasa sedikit takut kepada lelaki itu. Dan selagi aku melewati pekarangan, melewati pohon Yudas yang sedang berbunga, aku melirik ke jendela dan di sana lah dia duduk dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya, dan ada seorang laki-laki gemuk yang besar duduk di sebelahnya. Saat itu, aku dan Marry berteman, kami berdua gadis Amerika yang hidup dalam situasi revolusi. Dia mengajar di sebuah sekolah Indian, dan aku mengajar dansa pada gadis-gadis di sekolah teknik di kota Meksiko. Dan kami memiliki masa yang sangat aneh saat itu. Masa itu terdengar skeptis jadi aku mulai melihat dengan pandangan yang skeptis tentang sejumlah besar pemimpin-pemimpin yang revolusioner-oh, ide itu baik-baik saja, tapi banyak orang salah menempatkannya.

Dan saat aku melihat melalui jendela pada sore itu, aku melihat sesuatu di wajah Mary, sesuatu dalam sikapnya, sesuatu dalam keseluruhan situasi itu, yang menghasilkan sebuah kegemparan di pikiranku. Karena sebelum saat itu aku tak benar-benar mengerti bahwa dia tak mampu menjaga dirinya sendiri, karena dia tak mampu menghadapi keadaan alaminya dan takut akan segala hal.

Aku tak tahu mengapa aku melihatnya. Aku tidak percaya pada intuisi. Saat kau tiba-tiba mendapatkan kilatan persepsi, itu hanya otakmu bekerja lebih cepat dari biasanya. Tapi kau telah siap mengetahui hal itu untuk waktu yang lama, dan saat itu muncul, kau merasa kau memang selalu mengetahuinya.[2]

 



[1] Katherine Anne Porter adalah seorang jurnalis, penulis esai, penulis cerita pendek, novelis, penyair, dan aktivis politik Amerika. Novelnya yang berjudul Ship of Fools (1962) menjadi novel terlaris di Amerika Serikat pada tahun itu, tetapi cerita pendeknya menerima pujian kritis yang jauh lebih besar.

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)

Marlina Sopiana
MARLINA SOPIANA

Neque laborum est voluptas nihil nesciunt voluptas. Officia nisi quia dolorem nisi praesentium ut debitis. Repellendus deleniti in quia at eveniet dolorem sequi eius.