Jack Kerouac: Ingat! Pengarang Selalu Lihai Berbohong
Rincian pemandangannya sangat bagus, tetapi orang-orangnya tidak terlalu menarik.
BY ADDI M IDHAM
Aku memulai
dengan menceritakan kenyataan, dengan mengingat orang-orang yang nyata, kerabat
dan teman-teman. Rincian pemandangannya sangat bagus, tetapi orang-orangnya
tidak terlalu menarik—mereka tidak mempunyai banyak hal yang berhubungan satu
sama lain; tentu saja, apa yang menggangguku dan membuatku bosan adalah
ketiadaan alur cerita…[1]
Lalu aku
menemukan hal kecil yang aku besar-besarkan, sedikit; lama-kelamaan, aku
memiliki sebuah otobiografi yang sedang mengarah pada sebuah kebohongan.
Kebohongan itu, tentu saja lebih menarik. Aku menjadi semakin tertarik dengan
bagian cerita yang kubuat-buat, dengan “kerabat” yang tak pernah kupunya. Dan
kemudian aku mulai memikirkan sebuah novel; itulah akhir dari catatan harian
itu. Aku berjanji, aku akan memulai satu lagi segera setelah aku menyelesaikan
novelnya. Lalu hal yang sama terjadi; kebohongan-kebohongan itu menjadi jauh
lebih menarik-selalu.[2]
[1] Jean-Louis
Lebris de Kérouac, yang dikenal sebagai Jack Kerouac, adalah seorang novelis
dan penyair Amerika yang, bersama William S. Burroughs dan Allen Ginsberg,
merupakan pelopor Generasi Beat. Berketurunan Prancis-Kanada, Kerouac
dibesarkan di rumah berbahasa Prancis di Lowell, Massachusetts.
[2] Letter form
the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara
dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953.
Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses
awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau
sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari
intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana
mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi
pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)
Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.