Robert Penn Warren: Menemukan Ide Itu Mudah, Yang Susah Menulisnya
Aku selalu mengingat tanggal, tempat, ruangan, jalan, ketika pertama kali aku menemukannya.
BY MARLINA SOPIANA
Sesuatu
yang kubaca atau kulihat menetap di kepalaku selama lima atau enam tahun. Aku
selalu mengingat tanggal, tempat, ruangan, jalan, ketika pertama kali aku
menemukannya.[1]
Misalnya. World Enough and Time, aku
dan Katherine Anne Porter kami berdua di Library of Congress sebagai Fellows.
Kami berada di bangku gereja yang sama, memiliki kantor yang bersebelahan. Dia datang masuk suatu hari dengan sebuah pamflet, pengadilan bagi Beauchamp untuk pembunuhan terhadap kolonel Sharp. Dia mengatakan “Ya, Red, kau sebaiknya membaca ini.” Begitulah. Aku membacanya selama lima menit. Tetapi aku menghabiskan enam tahun membuat bukunya. Buku apa pun yang kutulis dimulai dengan sekelebat namun menghabiskan banyak waktu untuk mewujud. Semua versi pertamamu ada di kepalamu jadi pada saat akhirnya kau duduk untuk menulis kau memiliki sejumlah baris yang dikembangkan di kepalamu.[2]
[1] Robert
Penn Warren adalah seorang penyair, novelis, kritikus sastra, dan profesor di
Universitas Yale asal Amerika. Ia adalah salah satu pendiri Kritik Baru. Ia
juga merupakan anggota pendiri Fellowship of Southern Writers. Ia mendirikan
jurnal sastra The Southern Review bersama Cleanth Brooks pada tahun 1935.
[2] Letter form
the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara
dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953.
Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses
awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau
sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari
intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana
mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi
pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)
Neque laborum est voluptas nihil nesciunt voluptas. Officia nisi quia dolorem nisi praesentium ut debitis. Repellendus deleniti in quia at eveniet dolorem sequi eius.