Bagaimana Menulis Bagian Awal Sebuah Cerita
Sebuah pembukaan yang kejam, tapi kukira orang ingin terus membaca
BY ADDI M IDHAM
Kau memulai, kukira, dengan cara semua
pencerita memulai. Ingatlah, sebuah biografi merupakan cerita naratif, dan
penulis biografi mempunyai sebuah kisah untuk diceritakan.[1]
Di dalam pikiran terdapat sebuah pembukaan klasik; “Pada suatu hari…” Dalam
tulisanku tentang Thoreau, aku mendapati kalimat pertamaku sebuah ekspresi dari
kesan tematisku atas kenarsisan Thoreau. Aku memulai seperti ini: “Dari
semangat-semangat kreatif yang tumbuh subur di Concord, Massachusetts, boleh
dikatakan bahwa Hawthorne menyukai orang-orang namun merasa terasing dari
mereka, Emerson menyukai ide-ide lebih dari manusia, dan Thoreau menyukai
dirinya sendiri.” Sebuah pembukaan yang kejam, tapi kukira orang ingin terus
membaca.[2]
—Leon Edel
[1] Joseph
Leon Edel adalah seorang kritikus sastra dan penulis biografi Amerika/Kanada.
Ia adalah kakak laki-laki dari filsuf Amerika Utara Abraham Edel. Encyclopædia
Britannica menyebut Edel sebagai "otoritas terkemuka abad ke-20 tentang
kehidupan dan karya Henry James."
[2] Letter form
the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara
dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953.
Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses
awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau
sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari
intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana
mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi
pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)
Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.