Saul Bellow: Kita Semua Punya Pembisik

Saul Bellow - via Wikipiedia

INSPIRASI
July 22, 2026

Saul Bellow: Kita Semua Punya Pembisik

Kadang hanya bunyi-bunyian, yang kucoba untuk interpretasi, terkadang paragraf-paragraf utuh, sangat seksama.


Foto Penulis BY MARLINA SOPIANA

Aku mengira bahwa kita semua memiliki seorang pembisik atau komentator yang primitif yang sejak tahun-tahun pertama telah menyediakan saran untuk kita, memberitahu kita bagaimana dunia yang sesungguhnya. Ada seorang komentator semacam itu dalam diriku.[1]

Aku harus menyiapkan landasan baginya. Dari sumber ini muncul kata-kata, frasa-frasa, suku-suku kata; kadang hanya bunyi-bunyian, yang kucoba untuk interpretasi, terkadang paragraf-paragraf utuh, sangat seksama.

Saat E. M. Foster mengatakan, “Bagaimana caranya aku mengetahui apa yang kupikirkan sampai aku mendengar apa yang kukatakan?” dia mungkin saja merujuk pada pembisik miliknya sendiri.

Terdapat instrumen pemeriksaan seperti itu dalam diri kita-pada masa kanak-kanak dalam tingkatan apa pun. Pada penampakan wajah seorang lelaki, sepatunya, warna-warna cahaya, mulut seorang perempuan atau mungkin saja telinganya, kita menerima kata-kata, sebuah frasa, pada saat itu tak berarti apa-apa selain suku kata yang tak masuk akal dari sang komentator yang primitif.[2]



[1] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya.

[2] Saul Bellow adalah seorang penulis Kanada-Amerika. Atas karya sastranya, Bellow dianugerahi Hadiah Pulitzer, Hadiah Nobel Sastra tahun 1976, dan Medali Seni Nasional. 

Marlina Sopiana
MARLINA SOPIANA

Managing Editor Galeri Buku Jakarta. Lulusan filsafat Universitas Indonesia. Sekarang adalah pekerja di startup pendidikan Indonesia. Ia menerjemahkan bacaan sebagai hobi dan menyukai kisah Frankenstein lebih dari karya-karya Murakami.

Lebih Banyak dari
Inspirasi