Philip Roth: Kalimat Pembuka Novel Butuh Perjuangan

Philip Roth

INSPIRASI
July 25, 2026

Philip Roth: Kalimat Pembuka Novel Butuh Perjuangan

Aku mengetikkan permulaan dan mereka sangat buruk, lebih seperti sebuah parodi tak sadar dari buku terakhirku ketimbang pemutusan hubungan darinya yang kuinginkan.


Foto Penulis BY ADDI M IDHAM

Memulai sebuah buku tidaklah menyenangkan. Aku sepenuhnya tak yakin tentang karakter dan kesulitan hidupnya, dan sebuah karakter dengan kesulitannya adalah hal yang harus kupunya untuk memulai. Lebih buruk dari tidak mengetahui subjekmu adalah tak tahu bagaimana memperlakukannya, karena pada akhirnya itu adalah segalanya.

Aku mengetikkan permulaan dan mereka sangat buruk, lebih seperti sebuah parodi tak sadar dari buku terakhirku ketimbang pemutusan hubungan darinya yang kuinginkan. Aku butuh sesuatu menyetir fokus utama bukunya, sebuah magnet untuk menarik segala hal padanya-itulah yang kucari selama bulan-bulan pertama dalam menulis sesuatu yang baru. [1]

Aku seringkali harus menulis seratus halaman atau lebih sebelum mendapatkan paragraf yang hidup. Baiklah, kukatakan pada diri sendiri, itulah permulaanmu, mulai dari sana; itulah paragraf pertama dari bukunya. Aku akan menelusuri pekerjaan selama enam bulan pertama dan menggarisbawahi dengan warna merah sebuah paragraf, sebuah kalimat, kadang tak lebih dari sebuah frasa, yang memiliki kehidupan di dalamnya, dan kemudian aku mengetikkan semuanya pada satu halaman. Biasanya tidak akan lebih dari satu halaman, tapi jika aku beruntung, itulah awal dari halaman pertama.

Aku mencari semacam kehidupan untuk mengatur nadanya. Setelah permulaan yang buruk datanglah bulan-bulan permainan meluncur bebas, dan setelah permainan itu datanglah krisis, berubah melawan materimu dan membenci buku itu.[2]



[1] Philip Milton Roth adalah seorang novelis dan penulis cerita pendek Amerika. Fiksi Roth—yang sering berlatar di tempat kelahirannya di Newark, New Jersey—dikenal karena karakternya yang sangat autobiografis, dan filosofis.

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)

Addi M Idham
ADDI M IDHAM

Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.