E. L. Doctorow: Saat Ide Menulis Macet dan Pengarang Putus Asa

Edgar Lawrence Doctorow

INSPIRASI
July 24, 2026

E. L. Doctorow: Saat Ide Menulis Macet dan Pengarang Putus Asa

Aku terus berpikir tentang bayangan-bayangan itu dan merasa heran darimana hal itu berasal.


Foto Penulis BY MARLINA SOPIANA

Ya, itu bisa berwujud apa saja. Bisa saja sebuah suara, sebuah gambar; bisa jadi sebuah momen terdalam dari keputusasaan diri. Misalnya, dengan Ragtime aku sedang sangat putus asa untuk menulis, aku menghadap dinding ruang kerjaku di rumahku yang berada di New Rochelle dan jadilah aku mulai menulis tentang dinding itu. Itu salah satu jenis hari yang terkadang kita alami, sebagai penulis. Kemudian aku menulis tentang rumah yang menempel dengan dinding itu. Rumah itu dibangun tahun 1906, kau paham, jadi aku memikirkan tentang era itu dan bagaimana Broadview Avenue terlihat pada masa itu: mobil-mobil trem listrik berjalan melalui jalan raya yang berada dibawah bukit itu; orang-orang mengenakan baju berwarna putih pada musim panas agar tetap sejuk. Waktu itu Teddy Roosevelt seorang presiden. [1]

Satu hal menuntun ke hal lain dan begitulah buku itu dimulai, melalui keputusasaan menuju gambaran-gambaran itu. Dengan Loon Lake, sangat berbeda, itu hanya sebuah perasaan yang kuat tentang sebuah tempat, perasaan yang membuncah ketika aku menemukan diriku sendiri di Adirondacks setelah bertahun-tahun pergi jauh…dan semua ini sampai pada titik dimana aku melihat sebuah tanda, sebuah penanda jalan: danau Loon. Jadi itu bisa apa saja…aku menyukai bunyi dari dua kata yang bergandengan-danau Loon.

Aku memiliki bayangan-bayangan pembuka itu tentang sebuah kereta dengan rel pribadi di atas trek tunggal di malam hari menanjak melalui Adirondacks dengan sekelompok gangster di dalamnya, dan seorang gadis cantiK berdiri, telanjang, memegangi sebuah busana berwarna putih tepat di hadapan cermin untuk mengetahui apakah dia harus mengenakannya. Aku tak tahu darimana para gangster itu berasal. Aku tahu kemana mereka akan pergi-ke kamp seorang lelaki kaya. Bertahun-tahun lalu orang yang sangat kaya raya menemukan alam liar di pegunungan paling timur Amerika. Mereka membangun kamp yang sangat luar biasa itu-C. W. Post.

Harriman, Morgan-mereka menjadikan alam liar itu kemewahan bagi mereka sendiri. Jadi aku membayangkan sebuah kamp semacam ini, dengan para gangster itu, orang-orang kelas bawah itu pergi ke atas menumpang sebuah kereta dengan rel pribadi. Itulah yang membuatku memulai. Aku mempublikasikan materi ini di Kenyon Review, tetapi aku tidak terpuaskan. Aku terus berpikir tentang bayangan-bayangan itu dan merasa heran darimana hal itu berasal. Latar waktunya adalah tahun 1930an, benar-benar saat terakhir seseorang dapat memiliki jalur kereta mobil pribadi, seperti halnya saat ini orang-orang memiliki jalur jet pribadi. Terjadi sebuah krisis ekonomi saat itu, jadi orang yang menyaksikan kereta yang mengagumkan ini pastilah seorang tunawisma, seorang pejalan kaki. Lalu aku mendapatkan karakterku, Joe, diluar sana dalam kedinginan cuaca seperti ini, kegelapan semacam ini, melihat lampu utama mesin itu menuju kelokan dan membutakannya, dan kemudian selagi kereta itu berlalu menyaksikan orang-orang itu di meja-meja dengan tabir hijau disuguhi minuman-minuman dan gadis itu berdiri di sebuah kamar kompartemen menggenggam gaunnya. Dan pada saat fajar, dia mengikuti lintasan ke arah kereta itu berlalu. Dan dia pergi dan berlari, dan begitu pun diriku.[2]

 


[1] Edgar Lawrence Doctorow adalah seorang novelis, editor, dan profesor Amerika, yang terkenal karena karya-karya fiksi sejarahnya. Ia menulis dua belas novel, tiga volume cerita pendek, dan sebuah drama panggung, termasuk novel-novel pemenang penghargaan Ragtime, Billy Bathgate, dan The March.

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya.

Marlina Sopiana
MARLINA SOPIANA

Neque laborum est voluptas nihil nesciunt voluptas. Officia nisi quia dolorem nisi praesentium ut debitis. Repellendus deleniti in quia at eveniet dolorem sequi eius.