May Sarton: Puisiki untuk Mereka yang Tak Menyukai Puisi

Eleanore Marie Sarton

INSPIRASI
July 25, 2026

May Sarton: Puisiki untuk Mereka yang Tak Menyukai Puisi

Terkadang itu merupakan hasil dari hubungan percintaan yang panjang, seperti halnya dengan sajak-sajak “The Divorce of Lovers”, rangkaian sonata itu. Akan tetapi tidak selalu.


Foto Penulis BY ADDI M IDHAM

Banyak dari sajak-sajakku merupakan sajak-sajak cinta.[1] Aku hanya mampu menuils puisi, sebagian besar, saat aku mempunyai sebuah inspirasi, seorang perempuan yang memfokuskan dunia untukku. Dia mungkin saja seorang kekasih, mungkin saja bukan.[2]

Dalam satu kasus dia adalah seseorang yang hanya kulihat satu kali, saat makan siang di dalam sebuah ruangan penuh dengan banyak orang lain, dan aku menulis satu buku penuh sajak-sajak. Banyak dari sajak-sajak itu belum dipublikasikan. Tapi inilah misterinya. Sesuatu terjadi yang menyentuh sumber dari puisi dan menyalakannya. Terkadang itu merupakan hasil dari hubungan percintaan yang panjang, seperti halnya dengan sajak-sajak “The Divorce of Lovers”, rangkaian sonata itu. Akan tetapi tidak selalu. Jadi siapa hadirin untuk puisiku? Hadirinku adalah orang yang kucintai. Tetapi biasanya “orang yang kucintai” tidak benar-benar tertarik pada sajak-sajak.



[1] Eleanore Marie Sarton, yang dikenal dengan nama pena May Sarton, adalah seorang novelis, penyair, dan penulis memoar berkebangsaan Belgia dan Amerika. Yang menarik, Sarton secara terbuka menyatakan dirinya sebagai lesbian dalam tulisannya pada tahun 1965, suatu masa ketika hal itu sangat tidak lazim dilakukan.

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya. Galeri Buku Jakarta memuat lebih utuh Inspirasi pengarang dunia ini dalam buku “Memikirkan Kata” (2019)

 

Addi M Idham
ADDI M IDHAM

Enim sed consequatur voluptas dolor eligendi id. Repellendus est non voluptatem ad aliquam vel ad. Est officiis maiores dolor quia recusandae.