Puisi Rizkya Dian Maharani
KOTA YANG SEPUH
Selamat ulang
tahun
Semoga panjang
umur
Doaku pagi ini
saat bangun tidur
Kota milikku
sudah jauh lebih sepuh
dari wajah lansia
yang suka menuduh
helaian uban dan
selaput dari keriputnya sendiri
Tapi setiap pagi
hari
kota ini kembali
seperti bayi
yang mesti
belajar Bahasa baru
agar mahir
membaca suka duka
dari para warga
yang semakin kelaparan,
yang mendamba
hiburan kelab malam,
dan mereka yang
cuma mau terpejam
sambil berkhayal
tentang uang, jalan pulang,
atau pujaan hati
di atas ranjang
Tiba-tiba hari
ini
doa kita semua
menjadi sama
Semoga cepat
sembuh
wahai kota
yang sepuh
(Jakarta, 22 Juni 2020)
JAM MALAM
“Jangan pulang
malam-malam”
kata seorang Ibu
kepada anaknya yang berangkat sekolah
“Sekarang
sudah malam, kamu dimana?”
tanya seorang
ayah kepada putrinya yang beranjak dewasa
Hari sudah tengah
malam
“Hati-hati di
jalan, sayang”
begitulah pesan
dari kekasih hati
yang menjelma
nada di ponsel pintar
meski bunyinya
telah sirna
oleh gelak tawa
dan rumor-rumor berbahaya
dari mulutmu dan
kawan-kawanmu
Lalu cahaya kota
mulai redup
“Maaf kami
sudah mau tutup”
sapa pelayan kafe
dengan rok pendek
yang rela
semalaman menjadi objek
di kota yang
sedang hujan dan becek
APA YANG KAMU SUKA DARI JAKARTA?
Matamu
adalah hal yang
paling aku suka
dari Jakarta atau
kota apapun di dunia
Matamu
masih betah
berjalan-jalan di benua lainnya
menangkap
bentuk-bentuk yang tak tersedia di Jakarta
Matamu
tetap singgah
dengan sempurna di kesadaranku
yang tetap tabah
mencintai Jakarta dan seisinya
Matanya
tiba-tiba
menenangkan di tengah kebisingan
dan aku mulai
mempertanyakan kehadiranmu
untuk kembali ke
Jakarta
kembali ke
pertemuan mata kita
sebelum wabah
dunia dan matanya
semakin
memperburuk rasa rinduku
kepadamu[1]
[1] Rizkya
Dian Maharani lulusan Sarjana Humaniora jurusan Filsafat dari Universitas
Indonesia dan Master of Business Administration dari Institut Teknologi Bandung
(SBM ITB). Di tahun 2017, saya menulis buku berjudul “Dream Big Make an Impact”
yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Tahun ini, naskah kumpulan puisi
saya berjudul “Di Jalan Menuju Kenangan” sedang diproses oleh Penerbit Diandra
Creative agar dapat diterbitkan sebagai digital book melalui Google PlayBook.
Di tahun ini, saya juga mulai bekerjasebagai Dosen di salah satu universitas
swasta di Jakarta. Saya mencintai dunia literasi, saya ingin tetap produktif
dalam menulis buku-buku.