Sally Rooney untuk Palestine Action
Sally Rooney mengecam keputusan pemerintah untuk melarang Palestine Action.
BY GALERI BUKU JAKARTA
Penulis Normal People, Sally Rooney, mengklaim bahwa
dia tidak ingin menerbitkan karya baru apa pun di Inggris selama kelompok
protes Palestina Action masih menghadapi larangan dan teror.
Penulis Irlandia tersebut, yang dua novelnya diadaptasi
untuk televisi oleh BBC, telah mendukung para aktivis tersebut, dengan
mengatakan bahwa mereka "jelas bukan organisasi teroris" dan mengutuk
keputusan pemerintah untuk melarang mereka.
Pada bulan Agustus, dukutip dari Independent, dia
mengatakan bahwa dia bermaksud menggunakan penghasilan dari royalti karyanya
untuk terus mendukungan gerakan Palestina Action.
Rooney mengatakan bahwa "hampir pasti saya tidak dapat
lagi menerbitkan atau menghasilkan karya baru apa pun di Inggris selama
larangan ini masih berlaku".
Dia menyatakan: “Jika Palestine Action masih dilarang pada
saat buku saya berikutnya akan diterbitkan, maka buku itu akan tersedia bagi
pembaca di seluruh dunia dan dalam puluhan bahasa, tetapi tidak akan tersedia
bagi pembaca di Inggris Raya hanya karena tidak ada yang diizinkan untuk
menerbitkannya (kecuali saya setuju untuk memberikannya secara gratis).”
Rooney mengatakan hal ini terjadi karena penerbitnya di
Inggris tidak yakin untuk membayar karyanya, karena ada risiko bahwa ia menggunakan
uang tersebut untuk mendukung Palestine Action.
Dia juga mengatakan bahwa buku-bukunya mungkin harus ditarik
dari peredaran karena penerbitannya bergantung pada royalti dari penjualan, dan
jika royalti tidak dibayarkan, dia bisa mengakhiri kontrak tersebut.
Karya terlaris Ms. Rooney meliputi Conversations
with Friends dan Intermezzo .
Dia menambahkan: "Oleh karena itu, jika [penerbitnya]
Faber and Faber Limited secara hukum dilarang membayar royalti yang menjadi hak
saya, karya-karya saya yang sudah ada mungkin harus ditarik dari penjualan dan
karenanya tidak akan lagi tersedia bagi pembaca di Inggris."
Setelah pernyataanya untuk menyumbangkan uang kepada
kelompok Palestina Action, Downing Street mengatakan bahwa dukungan apa
pun untuk organisasi terlarang merupakan pelanggaran pidana.
Salah satu pendiri Palestine Action, Huda Ammori, telah
menggugat pemerintah ke pengadilan terkait larangan terorisme, dengan alasan
bahwa dampak dari larangan tersebut "dramatis, parah, meluas, dan
berpotensi seumur hidup".
Raza Husain KC, selaku kuasa hukum penggugat, mengatakan
bahwa keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu, Yvette Cooper, untuk melarang
organisasi tersebut pada Juni 2025 adalah "hal baru dan belum pernah
terjadi sebelumnya". Ia mengatakan kepada Pengadilan Tinggi: "Ini
adalah organisasi pembangkangan sipil aksi langsung pertama yang tidak
menganjurkan kekerasan yang pernah dilarang sebagai terorisme."
Dia menambahkan bahwa keputusan tersebut, "sangat
ekstrem sehingga menjadikan Inggris sebagai negara yang terisolasi secara
internasional".
Selama sidang pada hari Rabu, puluhan orang berkumpul di
luar Gedung Pengadilan Kerajaan sambil memegang plakat bertuliskan “Saya
menentang genosida, saya mendukung Aksi Palestina”. Beberapa demonstran dibawa
pergi oleh petugas polisi.
Galeri Buku Jakarta selalu memiliki misi ganda: untuk mempromosikan penulis yang paling menarik dan untuk mendukung pembaca yang ambisius dan ingin tahu. Kisah-kisah itu penting dan membawa para pembaca pada kedalaman dan kebermaknaan.