Mereka di Udara, Menunggu Kesempatan Bersuara

Henry Miller

INSPIRASI
July 15, 2026

Mereka di Udara, Menunggu Kesempatan Bersuara

Mereka semua sudah berada di udara, hanya belum diberikan kesempatan bersuara, itu saja.


Foto Penulis BY GALERI BUKU JAKARTA

Henry Miller[1]: Setiap orang memiliki caranya sendiri. Selain itu, sebagian besar tulisan diselesaikan jauh dari mesin ketik, jauh dari meja kerja. Aku katakan ia terjadi dalam sepi, momen-momen sunyi selagi kau berjalan atau bercukur atau memainkan sebuah permainan atau apa pun, atau bahkan berbicara dengan seseorang yang padanya kau tidak memiliki ketertarikan. Kau sedang bekerja, pikiranmu bekerja, mengerjakan problem ini di belakang kepalamu. Jadi saat kau kembali ke mesin ketik itu hanyalah soal memindahkan saja.[2]

Siapakah seorang seniman? Dia adalah seseorang yang memiliki pemancar, yang tahu cara mengaitkan diri dengan arus yang berada di atmosfer, di jagad raya; dia semata-mata memiliki fasilitas untuk mengait, sebagaimana adanya. Siapa yang orisinil? Semua yang kita lakukan, segala yang kita pikirkan, sudah ada sebelumnya, dan kita hanya para perantara, itu saja, yang mempergunakan apa yang ada di udara. Mengapa ide-ide, mengapa penemuan-penemuan hebat sains seringkali terjadi di belahan dunia yang berbeda pada waktu yang bersamaan? Hal yang sama terjadi dengan elemen-elemen yang membentuk sebuah sajak atau sebuah novel hebat atau karya seni apa pun. Mereka semua sudah berada di udara, hanya belum diberikan kesempatan bersuara, itu saja. Mereka membutuhkan manusia, sang penafsir, untuk membawa mereka ke muka.

 

 



[1] Henry Valentine Miller (26 Desember 1891 – 7 Juni 1980) adalah seorang novelis, penulis cerita pendek, dan esais Amerika. Ia mendobrak bentuk-bentuk sastra yang ada dan mengembangkan jenis novel semi-autobiografi baru yang memadukan studi karakter, kritik sosial, refleksi filosofis, aliran kesadaran , bahasa eksplisit, seks, asosiasi bebas surealis , dan mistisisme . Karya-karyanya yang paling khas dari jenis ini adalah Tropic of Cancer , Black Spring , Tropic of Capricorn , dan trilogi The Rosy Crucifixion , yang didasarkan pada pengalamannya di New York City dan Paris, dan semuanya dilarang di Amerika Serikat hingga tahun 1961.  Ia juga menulis memoar perjalanan dan kritik sastra serta melukis cat air.  (Wikipedia)

[2] Letter form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada mulanya.

Galeri Buku Jakarta
GALERI BUKU JAKARTA

Galeri Buku Jakarta selalu memiliki misi ganda: untuk mempromosikan penulis yang paling menarik dan untuk mendukung pembaca yang ambisius dan ingin tahu. Kisah-kisah itu penting dan membawa para pembaca pada kedalaman dan kebermaknaan.