Mereka di Udara, Menunggu Kesempatan Bersuara
Mereka semua sudah berada di udara, hanya belum diberikan kesempatan bersuara, itu saja.
BY GALERI BUKU JAKARTA
Henry Miller[1]:
Setiap orang memiliki caranya sendiri. Selain itu, sebagian besar tulisan
diselesaikan jauh dari mesin ketik, jauh dari meja kerja. Aku katakan ia
terjadi dalam sepi, momen-momen sunyi selagi kau berjalan atau bercukur atau
memainkan sebuah permainan atau apa pun, atau bahkan berbicara dengan seseorang
yang padanya kau tidak memiliki ketertarikan. Kau sedang bekerja, pikiranmu
bekerja, mengerjakan problem ini di belakang kepalamu. Jadi saat kau kembali ke
mesin ketik itu hanyalah soal memindahkan saja.[2]
Siapakah seorang seniman? Dia
adalah seseorang yang memiliki pemancar, yang tahu cara mengaitkan diri dengan
arus yang berada di atmosfer, di jagad raya; dia semata-mata memiliki fasilitas
untuk mengait, sebagaimana adanya. Siapa yang orisinil? Semua yang kita
lakukan, segala yang kita pikirkan, sudah ada sebelumnya, dan kita hanya para
perantara, itu saja, yang mempergunakan apa yang ada di udara. Mengapa ide-ide,
mengapa penemuan-penemuan hebat sains seringkali terjadi di belahan dunia yang
berbeda pada waktu yang bersamaan? Hal yang sama terjadi dengan elemen-elemen
yang membentuk sebuah sajak atau sebuah novel hebat atau karya seni apa pun.
Mereka semua sudah berada di udara, hanya belum diberikan kesempatan bersuara,
itu saja. Mereka membutuhkan manusia, sang penafsir, untuk membawa mereka ke
muka.
[1] Henry
Valentine Miller (26 Desember 1891 – 7 Juni 1980) adalah seorang novelis,
penulis cerita pendek, dan esais Amerika. Ia mendobrak bentuk-bentuk sastra
yang ada dan mengembangkan jenis novel semi-autobiografi baru yang memadukan
studi karakter, kritik sosial, refleksi filosofis, aliran kesadaran , bahasa eksplisit,
seks, asosiasi bebas surealis ,
dan mistisisme . Karya-karyanya
yang paling khas dari jenis ini adalah Tropic of Cancer , Black Spring , Tropic of Capricorn , dan
trilogi The Rosy Crucifixion , yang didasarkan
pada pengalamannya di New York City dan Paris, dan semuanya dilarang di Amerika
Serikat hingga tahun 1961. Ia juga menulis memoar perjalanan dan
kritik sastra serta melukis cat air. (Wikipedia)
[2] Letter
form the Editor: Majalah The Paris Review (2018) secara ekslusif menerbitkan The Writer’s Chapbook, sebuah jilid buku
yang berisi intisari-intisari dari rentetan wawancara dengan
pengarang-pengarang yang muncul di majalah tersebut sejak tahun 1953. Apa yang
ditulis kemudian adalah diskusi-diskusi para pengarang tentang proses awal dari
dunia kreatif dan menulis mereka, pengecambahan sebuah puisi, atau sebuah karya
fiksi. “Inspirasi” menjadi garis besar dalam rangkuman dari intisari pemikiran
para pengarang dunia tentang proses kreatif dan bagaimana mereka menulis pada
mulanya.
Galeri Buku Jakarta selalu memiliki misi ganda: untuk mempromosikan penulis yang paling menarik dan untuk mendukung pembaca yang ambisius dan ingin tahu. Kisah-kisah itu penting dan membawa para pembaca pada kedalaman dan kebermaknaan.