JUL. 06, 2026

Kota-Kota & Kenangan—1

Dan Isidora, oleh karenanya, adalah kota yang diimpikannya; dengan sebuah perbedaan. Kota yang diimpikan itu merefleksikan dirinya sebagai seorang lelaki muda;

Image
Getty Image/ Special
Foto Penulis
By Editorial Team GBJ

Kota-Kota & Kenangan—2

Ketika seseorang mengendarai kuda cukup lama melewati kawasan liar, ia segera merasakan hasrat akan sebuah kota. Dan akhirnya ia sampai di Isidora, sebuah kota di mana bangunan-bangunannya memiliki tangga lingkar berlapis kerang-kerang laut, tempat di mana teleskop dan biola-biola dibuat, di mana orang asing yang dihantui kebimbangan di antara dua perempuan selalu berhadapan dengan yang ketiga, tempat arena adu ayam yang berubah menjadi cekcok berdarah para petaruh. Lelaki itu sedang merenungkan semua ini kala ia memimpikan sebuah kota. Dan Isidora, oleh karenanya, adalah kota yang diimpikannya; dengan sebuah perbedaan. Kota yang diimpikan itu merefleksikan dirinya sebagai seorang lelaki muda; ia tiba di Isidora saat berusia tua. Di lapangan kota tersebut terdapat dinding di mana di sekitarnya orang-orang tua duduk dan memperhatikan kaum muda berlalu-lalang; lelaki itu duduk sederet dengan mereka. Hasrat telah menjadi kenangan.


Kota-Kota & Keinginan—1

Ada dua cara untuk menggambarkan kota Dorothea: kau bisa menyebutkan bahwa ada empat menara aluminium muncul dari dinding-dindingnya yang mengapit tujuh lawang, dengan jembatan-jembatan kerek yang beroperasi pada musim semi yang merentang di atas parit, airnya memasok empat kanal berwarna hijau yang melintasi kota, memecahnya menjadi sembilan bagian, masing-masing dengan tiga ratus rumah dan tujuh ratus cerobong asap. Dan mengingat bahwa gadis-gadis yang telah memasuki usia kawin di setiap daerahnya menikah dengan pemuda-pemuda dari daerah lainnya sembari orang tua mereka saling bertukar barang-barang yang selama ini dikuasai keluarga masing-masing dalam sebuah sistem monopoli-minyak wangi, ikan-ikan penghasil telur, perangkat navigasi, safir ungu-lalu dari fakta-fakta ini kau mulai dapat mengerti hingga kau memahami segala yang kau kehendaki tentang kota ini di masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Atau kau dapat juga berkata, seperti kata sais unta yang membawaku ke sana: “Aku datang ke sini di awal masa mudaku, pada suatu pagi, di kala banyak orang bergegas menuju pasar, perempuan-perempuan bergigi indah menatap langsung ke mata, tiga serdadu di pelataran meniup terompet, dan semua roda berputar serta bendera warna-warni berkibar-kibar. Sebelum melihat itu semua, aku hanya tahu padang pasir dan jalur-jalur kafilah. Di tahun-tahun berikutnya, mataku memang kembali menerawang hamparan padang pasir dan jalur-jalur kafilah; namun kini aku tahu bahwa jalan setapak ini hanyalah satu dari sekian banyak jalan yang terbuka di hadapanku pada pagi hari itu, di Dorothea."

 


Editorial Team GBJ

EDITORIAL TEAM GBJ

Id mollitia eligendi totam et. Ut et non qui voluptatem eum. Labore cumque in praesentium aut.