Aku mengira bahwa kita semua memiliki seorang pembisik
atau komentator yang primitif yang sejak tahun-tahun pertama telah menyediakan
saran untuk kita, memberitahu kita bagaimana dunia yang sesungguhnya. Ada
seorang komentator semacam itu dalam diriku.
Aku harus menyiapkan landasan baginya. Dari sumber ini
muncul kata-kata, frasa-frasa, suku-suku kata; kadang hanya bunyi-bunyian, yang
kucoba untuk interpretasi, terkadang paragraf-paragraf utuh, sangat seksama.
Saat E. M. Foster mengatakan, “Bagaimana caranya aku mengetahui apa yang kupikirkan
sampai aku mendengar apa yang kukatakan?” dia mungkin saja merujuk pada pembisik miliknya
sendiri.
Terdapat instrumen pemeriksaan seperti itu dalam diri
kita-pada masa kanak-kanak dalam tingkatan apa pun. Pada penampakan wajah
seorang lelaki, sepatunya, warna-warna cahaya, mulut seorang perempuan atau
mungkin saja telinganya, kita menerima kata-kata, sebuah frasa, pada saat itu
tak berarti apa-apa selain suku kata yang tak masuk akal dari sang komentator
yang primitif.
*) Saul Bellow