Sebuah ide bisa saja datang padaku, sesuatu yang
sangat banal-sebagai contoh, tidakkah aneh rasanya untuk dapat berbicara dan
berpikir pada saat yang sama? Itu bisa menjadi ide untuk sebuah puisi. Atau
bisa saja kata-kata atau frasa-frasa tertentu menarik perhatianku dengan sebuah
makna yang tidak kusadari sebelumnya. Begitu juga, aku sering menyimpan sesuatu
yang kudengar orang lain ucapkan, di jalan misalnya. Tiba-tiba saja sesuatu
menetapkan dirinya dalam aliran yang berputar dalam diriku dan tampak mempunyai
signifikansi.
Sebenarnya, ada sebuah contoh soal itu dalam sajak
ini, “Whar is
Poetry.” Di
sebuah toko buku aku tak sengaja mendengar seorang bocah laki-laki mengatakan
baris terakhir ini pada seorang gadis: “It might give us– what? – some flower soon?” Aku tidak tahu apa konteksnya, tapi secara tak
terduga itu terasa seperti jalan untuk menutup sajakku.
Aku seorang yang yakin pada kebetulan-kebetulan yang
tak disengaja. Penutup sajakku yang berjudul “Clepsydra,” dua baris terakhir, datang dari sebuah buku catatan
yang kusimpan beberapa tahun sebelumnya, selama kunjungan pertamaku ke Italia.
Sesungguhnya aku menulis beberapa sajak selama aku bepergian, yang mana tak
biasa kulakukan, tetapi saat itu aku sangat bersemangat atas kunjungan
pertamaku disana. Hingga beberapa tahun kemudian, ketika aku sedang berusaha
menutup “Clepsydra” dan merasa
sangat gugup, aku tiba-tiba saja membuka buku catatan itu dan memenukan kedua
baris itu yang telah benar-benar kulupakan; “while morning is still and before the body/ Is changed
by the faces of evening.” Mereka benar-benar apa yang kubutuhkan saat itu.
Tapi tak teralu penting seperti apa contoh tunggal
ini. Seringkali aku akan mencatat ide-ide dan frasa-frasa, dan kemudian ketika
aku siap untuk menulis aku tidak dapat menemukannya. Tapi itu pun tak membuat
banyak perbedaan, karena apapun yang muncul pada saat itu akan memiliki
kualitas yang sama. Apapun yang ada disana dapat tergantikan.
Sebenarnya, seringkali saat merevisi aku akan menghilangkan
ide yang merupakan penggagas awalnya. Kukira aku lebih tertarik pada pergerakan
di antara ide-ide daripada ide-ide itu sendiri, cara sebuah ide bergerak dari
satu titik ke titik yang lain ketimbang tujuannya atau asal mulanya.
*) John Ashbery