NOV. 11, 2025

Buku-Buku Hebat Tidak Ditulis, Tetapi Ditulis Ulang

Aku sering menyimpan sesuatu yang kudengar orang lain ucapkan, di jalan misalnya. Tiba-tiba saja sesuatu menetapkan dirinya dalam aliran yang berputar dalam diriku dan tampak mempunyai signifikansi.

Image
Foto Penulis
By Sabiq Carebesth

Sebuah ide bisa saja datang padaku, sesuatu yang sangat banal-sebagai contoh, tidakkah aneh rasanya untuk dapat berbicara dan berpikir pada saat yang sama? Itu bisa menjadi ide untuk sebuah puisi. Atau bisa saja kata-kata atau frasa-frasa tertentu menarik perhatianku dengan sebuah makna yang tidak kusadari sebelumnya. Begitu juga, aku sering menyimpan sesuatu yang kudengar orang lain ucapkan, di jalan misalnya. Tiba-tiba saja sesuatu menetapkan dirinya dalam aliran yang berputar dalam diriku dan tampak mempunyai signifikansi.

Sebenarnya, ada sebuah contoh soal itu dalam sajak ini, Whar is Poetry. Di sebuah toko buku aku tak sengaja mendengar seorang bocah laki-laki mengatakan baris terakhir ini pada seorang gadis: It might give us what? some flower soon? Aku tidak tahu apa konteksnya, tapi secara tak terduga itu terasa seperti jalan untuk menutup sajakku.

Aku seorang yang yakin pada kebetulan-kebetulan yang tak disengaja. Penutup sajakku yang berjudul Clepsydra, dua baris terakhir, datang dari sebuah buku catatan yang kusimpan beberapa tahun sebelumnya, selama kunjungan pertamaku ke Italia. Sesungguhnya aku menulis beberapa sajak selama aku bepergian, yang mana tak biasa kulakukan, tetapi saat itu aku sangat bersemangat atas kunjungan pertamaku disana. Hingga beberapa tahun kemudian, ketika aku sedang berusaha menutup Clepsydra dan merasa sangat gugup, aku tiba-tiba saja membuka buku catatan itu dan memenukan kedua baris itu yang telah benar-benar kulupakan; while morning is still and before the body/ Is changed by the faces of evening. Mereka benar-benar apa yang kubutuhkan saat itu.

Tapi tak teralu penting seperti apa contoh tunggal ini. Seringkali aku akan mencatat ide-ide dan frasa-frasa, dan kemudian ketika aku siap untuk menulis aku tidak dapat menemukannya. Tapi itu pun tak membuat banyak perbedaan, karena apapun yang muncul pada saat itu akan memiliki kualitas yang sama. Apapun yang ada disana dapat tergantikan.

Sebenarnya, seringkali saat merevisi aku akan menghilangkan ide yang merupakan penggagas awalnya. Kukira aku lebih tertarik pada pergerakan di antara ide-ide daripada ide-ide itu sendiri, cara sebuah ide bergerak dari satu titik ke titik yang lain ketimbang tujuannya atau asal mulanya.

*) John Ashbery


Sabiq Carebesth

SABIQ CAREBESTH

Voluptate dignissimos a minus dicta facere necessitatibus pariatur. Reiciendis laborum facere et. Qui rerum molestiae laudantium quam. Enim ut atque ea aut et.