Kukucup bibirmu yang menganga setengah basah

Foto Penulis
SABIQ CAREBESTH, A NEWS WRITER FOR THE CUT WHO COVERS POP CULTURE AND CELEBRITY.
JUL. 03, 2026
Main Image
Photo-Illustration: Vulture; Photos: Publisher

1

Aku takut pada malam

Sebab saat malam

Kau menjadi kegelapan bayang

Aku ingin meraba sekujur tubuhmu

Tetapi yang kudapati waktu

Dan aku mesti menanti

—sepenjang malam

Atau telah bermalam-malam

Atau telah berabad-abad

Sejak dua kita saling merindukan

Dan waktu belum kunjung sukutu

Waktumu dan waktuku

Di dalam waktu Ia, di dalam waktu

Di mana kita di antara jarak

Saat malam aku takut

Pada bayanganmu yang jadi gelap

Meski bagiku tubuhmu telanjang bulat

Dan aku ingin menyentuh

Seluruh duka hingga jiwamu

Bukankah katam

—semua milikku;

Dan waktu telah merenggutmu

Dariku—sejak berabad waktu

Sayangku, kapan kau datang padaku

Menjadi pagi, menjadi senyum

Menjadi cumbu dan nafsu

Menjadi segala yang kini

Hanya rindu tiada sukutu.

 

2

Aku takut pada malam

Sebab saat malam

Aku mudah kecewa

Tiada kan kau kira laranya

Bagaikan kota-kota hayalan

Yang menyimpan rapi

Segala rahasia dan cumbu

Kekacauan dan kebakaran

Dari atap-atap kata

Yang memadahkan

—semesta samsara

Jiwa-jiwa begitu penuh luka

Tetapi ia tak ingin berhenti

Mencari di gelap dan banjir

Hujan dan sunyi bukit-bukit

Atau semedi dalam diri

Hanya untuk menemu jiwanya

Kau takkan tahu rasanya

Berkalang rindu entah duka

Dari lara menantikan waktu

Untuk memeluk jiwamu

Dekap mendekap—dan rindu

Akan menjadi matahari pertama

Di pagi yang tak pernah kita tahu

Akan berwarna apa;

Sebab kita belum lagi menemu

Waktu untuk mencumbu

Segala lara dan duka juga rindu

Kita kedinginan dan nyaris sekarat

Hanya sejengkal dari nasib

Tapi sungguh cintaku

Akan menuntun jalan menuju

Kehariban cintamu

Yang berwarna kembang matahari.

 

3

Maka jika kau tak datang tepat pada waktuku

Jika kau tak menemu jalan padaku

Siapa kan mengabarkan

Lolongan sukmaku yang purba

Telah lama dipucuk kesunyian

Seperti meranggas saban subuh

Lara laranya dukanya duka

Dan dalam tidur tetap kuimpikan

Waktu dan perjalanan munju

Datang padaku kekasihku

Datang padaku dan sunggingkan

Senyum berabad yang kunantikan.

 

Sabiq Carebesth, 2026

 


Sabiq Carebesth

SABIQ CAREBESTH

Voluptate dignissimos a minus dicta facere necessitatibus pariatur. Reiciendis laborum facere et. Qui rerum molestiae laudantium quam. Enim ut atque ea aut et.