© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Tips Utama Membuat Esai yang Lebih Baik

Sebuah esai adalah sepotong karya non-fiksi tentang topik tertentu. Esai sering dijadikan tugas di sekolah dan di universtas, sehingga kamu mungkin pernah menulis beberapa. Esai dapat mempunyai beberapa bentuk yang berbeda. Esai naratif menampilkan sebuah cerita, sementara esai persuasif menyatakan sebuah argumen. Esai eksploratoris menelusuri sebuah ide. Tidak masalah jenis esai apa yang kamu tulis, prinsip-prinsip berikut dapat membantumu untuk terhubung dengan para pembaca.

  1. Mengetahui tujuan penulisanmu
    Jika kamu menulis sebagai respon atas sebuah tugas, pastikan kamu mengetahui apa yang diminta untuk ditulis. Sama pentingnya untuk mengetahui tujuanmu baik ketika kamu ingin membagikan sebuah informasi atau sebuah pengalaman atau membuat pembaca mengubah pikirannya, tujuanmu akan menentukan pilihan-pilihan yang kamu ambil dalam pembuatan esai.
  1. Memahami pembaca 
    Semakin banyak kamu tahu tentang siapa yang akan membaca esai yang kamu tulis akan lebih baik. Pembaca yang ahli dalam topik yang kamu tulis telah mempunyai beberapa pengetahuan dasar tentangnya. Pembaca yang seusia denganmu akan familiar dengan film dan lagu-lagu yang mungkin akan kamu sebutkan. Semakin sedikit kamu mengetahui tentang pembacamu, semakin banyak kamu membutuhkan penjelasan atas isilah-istilah dan memberikan konteks untuk contoh-contoh yang kamu tuliskan.
  2. Lakukan ‘brainstorming’ tentang topikmu
    Catat apapun yang dapat kamu pikirkan yang berhubungan dengan subjek yang akan kamu tulis. Beberapa orang membuat daftar sementara yang lain membuat diagram atau peta. Intinya adalah untuk secepat mungkin mencatat banyak ide agar dapat memulai. Jika kamu tidak mempunyai ide sama sekali, bukalah surat kabar, nyalakan televisi, atau lihat saja ke sekeliling. Kemungkinan kamu akan melihat sesuatu yang memberikan sebuah topik.
  3. Putuskan sebuah tesis
    Tesis  adalah sebuah klaim yang akan kamu buat tentang topik yang kamu tulis. Berkonsultasilah pada catatan yang kamu buat ketika melakukan ‘brainstorming’ tadi untuk mengetahui apa yang ingin kamu katakan. Ubah ide itu menjadi kalimat sempurna yang membuat sebuah klaim dan masukkan penjelasan atau alasan-alasanmu untuk klaim tersebut. Bersiaplah untuk sedikit mengubah tesismu selama anda mengerjakan alasan-alasan dan ide-idemu.
  4. Kembangkan esaimu
    Sekarang kamu sudah mempunyai tesis, kamu membutuhkan bukti untuk menndukung klaimmu. Mulai dengan mendaftar alasan-alasanmu untuk meyakini apa yang kamu percaya. Lakukan riset tentang yang kamu butuhkan; statistik dan kutipan-kutipan akan membantumu membuat sebuah poin. Cerita personal juga memberikan contoh-contoh yang baik dan unik yang orang lain tak pernah berikan.
  5. Buatlah struktur esai
    Susunlah esai sesuai dengan tujuanmu. Jika kamu menulis sebuah esai naratif, kamu mungkin dapat menyusun materi dalam urutan kronologi. Pertimbangkan untuk menggunakan kilas balik untuk menciptakan ketegangan. Untuk sebuah argumen kamu dapat mendata alasan-alasanmu secara berurutan sesuai tingkat kepentingannya. Setiap esai mempunyai permulaan, pertengahan, dan akhir, tetapi tidak setiap esai membutuhkan sebuah perkenalan formal atau kesimpulan.
  6. Hubungkan ide-idemu
    Para pembaca membutuhkan petunjuk arah dalam esaimu. Pergunakan transisi untuk membantu mereka berpindah dari satu ide ke ide berikutnya. Transisi seringkali berupa kata-kata tunggal seperti ‘kemudian’, ‘tetapi’, atau ‘oleh karena itu’. Juga pertimbangkan judul kepala dan pengulangan, gunakan hal lain yang juga dapat membuat sebuah transisi yang baik.
  7. Pilihlah bahasa yang mudah diingat
    Gunakan kata-kata yang konkrit dan spesifik. Jika kamu menuliskan seekor ‘burung’  pembacamu tidak akan tahu apakah burung itu berukuran besar, kecil, ramah, jahat, atau bahkan bisa terbang. Jika kamu menuliskan seekor ‘elang berekor merah’ pembacamu akan mempunyai gambaran yang jelas. Kata-kata konkrit membantu pembaca memahami lebih baik apa yang ingin kamu komunikasikan.
  8. Temukan judul yang kuat
    Setiap orang mempunyai kesibukan dan tidak ada orang yang berkewajiban untuk membaca esaimu. Tulislah sebuah judul yang membuat mereka ingin membacanya. Kamu bisa mendapatkan perhatian pembaca dengan sebuah pertanyaan yang membangkitkan minat atau dengan frase yang cerdas, akan tetapi pastikan judulnya menyampaikan dengan jelas topik esaimu. Sebuah anak judul yang sederhana dapat membantumu melakukan hal ini. Judul esai juga harus mudah dicari, karena begitu banyak publikasi sekarang ini yang ditampilkan secara online.
  9. Perbaiki dan baca ulang esaimu
    Periksa pekerjaanmu dengan hati-hati untuk menemukan kesalahan-kesalahan. Pertama, bacalah esaimu keras-keras. Jika ada sesuatu yang terdengar mengganjal, perbaiki sampai kamu menyukai bagaimana hal itu terdengar. Kedua, pastikanlah tatabahasa, tanda baca, dan ejaannya semua benar. Saat kamu merasa esaimu sudah sempurna, mintalah seorang teman untuk memeriksanya kembali. (*)
Written by

Marlina Sopiana is a philosophy graduate. Loves to write very short stories. Enjoy any kind of literature and find amusement in reading. Associate Editors Galeri Buku Jakarta. Social media twitter only @marlinnfish

No comments

LEAVE A COMMENT