© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Tentang Inspirasi, dari Gabriel Marquez hingga Tennessee Williams

Kutukan terbesar bagi seorang penulis bisa jadi adalah ketika ia tak memiliki inspirasi, ia tak punya rencana apa yang akan dikerjakannya esok pagi setelah pada hari sebelumnya ia tidur sangat larut. Tapi apakah inspirasi itu? Bagaiamana penulis menemukan dan memegangi inspirasinya? Bagaimana ia bekerja untuk proses kreatif penulisan? Dari mana-mana kata-kata itu datang dan sajak-sajak itu terbentuk? Bagaimana cerita itu menemukan alurnya dan titik mulanya?

Berikut adalah beberapa inspirasi tentang inspirasi dari para maestro yang bisa dipastikan akan menginspirasimua, tentu saja itu harus ditautkan dengan kerja kerasmu selama ini dan membaca inspirasi ini dengan perlahan dan mendalam. Mari kita simak..

“Salah satu hal tersulit adalah paragraf pertama. Aku menghabiskan berbulan-bulan pada paragraf pertama dan saat aku mendapatkannya, paragraf selanjutnya muncul begitu saja dengan sangat mudah. Pada paragraf pertama kau mengatasi semua masalah dengan bukumu. Temanya ditentukan, gaya penulisannya, nadanya. Setidaknya dalam kasusku, paragraf pertama seperti sebuah sampel bagaimana keseluruhan buku itu nantinya. Itulah mengapa menulis buku kumpulan cerpen jauh lebih sulit daripada menulis sebuah novel. Setiap kali kau menulis cerpen. Kau harus memulai dari awal lagi”.

-Gabriel Garcia Marquez

“Terdapat dua teori tentang inspirasi. Salah satunya bahwa puisi dapat benar-benar didiktekan padamu, seperti yang terjadi pada William Blake. Kau berada dalam suasana halusinasi, dan kau mendengar sebuah suara atau bahkan kau sedang berkomunikasi dengan sesuatu di luar dirimu, seperti sajak baru milik James Merril, yang dia katakan didiktekan melalui papan Ouija oleh Auden dan orang-orang lain.

Gagasan lainnya adalah milik Paul Valery, apa yang dia sebut une ligne donnee, bahwa kau diberikan satu baris dan kau mencoba mengikuti petunjuk ini, menghasilkan keseluruhan sajak dari baris itu. Pengalamanku sendiri adalah bahwa sebuah ritme atau sesuatu muncul di kepalaku yang kurasakan harus kulakukan, aku harus menuliskannya, menciptakannya.

Contohnya, aku ingat sedang melihat ke luar jendela di atas kereta dan menyaksikan sebuah pemandangan industrial, pabrik-pabrik, tumpukan ampas bijih, dan baris itu muncul di kepalaku: “Sebuah bahasa tentang daging dan mawar-mawar.” Latar belakang pemikiran ini adalah bahwa pemandangan industrial itu merupakan sebuah bahasa, yang orang ciptakan dari alam, perbedaan mencolok dari alam dan industrial, ”A language of flesh and roses.” Persoalan dengan sajaknya adalah bagaimana mempertemukan koneksi ini, mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya kau pikirkan pada saat itu, dan mencoba untuk menciptakan ulang hal itu. Jika aku memikirkan sebuah sajak, aku mungkin saja menghabiskan enam bulan menulis, tapi apa yang benar-benar kucoba lakukan adalah mengingat apa yang kupikirkan pada saat itu.”

-Stephen Spender

“Sesuatu yang kubaca atau kulihat menetap di kepalaku selama lima atau enam tahun. Aku selalu mengingat tanggal, tempat, ruangan, jalan, ketika pertama kali aku menemukannya. Misalnya. World Enough and Time, aku dan Katherine Anne Porter kami berdua di Library of Congress sebagai Fellows. Kami berada di bangku gereja yang sama, memiliki kantor yang bersebelahan. Dia datang masuk suatu hari dengan sebuah pamflet, pengadilan bagi Beauchamp untuk pembunuhan terhadap kolonel Sharp. Dia mengatakan “Ya, Red, kau sebaiknya membaca ini.” Begitulah. Aku membacanya selama lima menit. Tetapi aku menghabiskan enam tahun membuat bukunya. Buku apa pun yang kutulis dimulai dengan sekelebat namun menghabiskan banyak waktu untuk mewujud. Semua versi pertamamu ada di kepalamu jadi pada saat akhirnya kau duduk untuk menulis kau memiliki sejumlah baris yang dikembangkan di kepalamu.”

-Robert Penn Warren

“Proses dimana ide untuk pertunjukkan datang padaku selalu merupakan sesuatu yang tak dapat kugambarkan dengan tepat. Sebuah pertunjukkan terlihat mewujud begitu saja, seperti sesuatu yang aneh dan muncul tiba-tiba hal itu menjadi semakin jelas dan semakin jelas dan semakin jelas. Idenya sangat samar pada awalnya, seperti pada kasus Streetcar, yang muncul setelah Menagerie. Aku tahu-tahu saja mempunyai penglihatan tentang seorang perempuan di penghujung masa mudanya. Dia sedang duduk di atas sebuah kursi sendirian di samping sebuah jendela dengan cahaya bulan mengalir jatuh pada wajahnya yang muram, dan dia kemudian berdiri di samping seorang lelaki yang akan dinikahinya.

Aku yakin aku sedang memikirkan saudara perempuanku karena dia benar-benar jatuh cinta dengan seorang lelaki muda di International Shoe Company yang memacarinya. Lelaki itu sangatlah tampan, dan saudara perempuanku sedalam-dalamnya mencintai lelaki itu. Kapan pun telepon berdering, dia hampir pingsan. Dia akan berpikir lelaki itu yang menelpon untuk mengajaknya berkencan, kau mengerti? Mereka bertemu setiap malam, dan suatu hari dia tidak menelpon lagi. Itulah saat pertama Rose mulai mengalami sebuah kemerosotan mental. Dari penglihatan itu Streescar berevolusi. Aku menyebutnya, pada saat itu, Blanche’s Chair in the Moon, yang merupakan judul yang sangat jelek. Tapi dari gambaran itulah, kau paham, tentang seorang perempuan duduk di samping jendela, begitulah Streetcar datang padaku.”

-Tennessee Williams

Apakah Anda menemukan inspirasi untuk proses kreatifmu? Jika sama sekali tidak sebaiknya anda merubah rencana dan mencari pekerjaan lain selain menulis…

————————-

*Diolah dari berbagai sumber oleh Marlina Sopiana dan Sabiq Carebesth. Arikel lengkap tentang inspirasi bisa dibaca lengkap dalam edisi perdana Halaman Kebudayaan “Book, Review & Culture” yang akan terbit tahun ini.

Share Post
Written by

Galeri Buku Jakarta (GBJ) merupakan portal berita literasi; “halaman kebudayaan” yang memuat dan menayangkan karya-karya tulis (literature) mau pun ragam karya seni lain dalam bentuk fotografi, video, mau pun lukisan dengan tujuan mendampingi proses pembangunan manusia Indonesia. Kirim karyamu ke email redaksi: galeribukujakarta@gmail.com Twitter @galeribuku_jkt

No comments

LEAVE A COMMENT