© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.

Kewajiban seorang penyair

 

Bagi siapa saja yang tak mendengarkan laut
jumat pagi ini, bagi siapa saja yang terpenjara
di dalam rumah, kantor, pabrik atau perempuan
atau jalanan atau penambangan atau sel yang kering:
baginyalah aku datang dan tanpa berbicara atau memandang
aku tiba dan membukakan pintu penjaranya
dan sebuah getaran dimulai, samar-samar dan tanpa henti,
sebuah gemuruh petir yang panjang menceburkan dirinya
ke tubuh planet dan buih,
sungai-sungai yang mengerang di samudera pasang,
bintang bergetaran cepat dalam lingkarannya
dan laut berdenyut, mati dan terus berdenyut.

 

Maka seperti tergambar pada takdirku,
tanpa henti-hentinya aku mesti mendengarkan dan menjaga
keluh kesah laut dalam kesadaranku,
mesti merasakan empasan ombak
dan mengumpulkannya dalam gelas abadi
sehingga di mana pun, barangkali yang di dalam penjara,
di mana pun mereka menderita hukuman pada musim gugur,
aku mungkin hadir bersama gelombang pesan,
aku mungkin keluar-masuk melalui jendela
dan karena mendengarkanku, berpasang mata akan mengangkat dirinya
bertanya: bagaimana aku dapat sampai ke laut?
Dan aku akan melintasi mereka tanpa berkata apa-apa
gema yang terang dari gelombang
pemisahan buih dan pasir,
gemersik garam menyeret dirinya sendiri,
tangisan kelabu burung-burung laut di pantai.

 

Maka, bagiku, kebebasan dan lautan
akan menjawab bagi hati yang tersembunyi.

 

Kata

 

Lahirlah
kata dalam darah,
tumbuh dalam tubuh yang tersembunyi, berdenyut,
dan meluncur ke bibir dan mulut.

 

Lebih jauh dan lebih dekat
tetap saja, tetap saja ia datang
dari mayat para bapa dan dari bangsa-bangsa pengembara,
dari negeri-negeri yang telah menjelma batu,
keletihan negeri-negeri atas kemiskinan bangsanya,
karena kesedihan turun ke jalan-jalan
orang-orang pun berangkat dan tiba
dan menikahi negeri dan air yang baru
untuk menumbuhkan kembali kata-kata mereka.
Maka inilah apa yang ditinggalkan;
inilah gelombang panjang yang menghubungkan kita
dengan orang-orang mati dan permulaan
hidup baru yang belum sampai kepada cahaya.

Tetap saja atmosfer tergetar
oleh kata pertama yang diucapkan
terbungkus
dalam rasa takut dan keluhan.
Ia muncul
dari kegelapan
dan sampai sekarang tak ada petir
yang menggemuruhkan dengan suara baja
kata itu,
kata pertama
yang diucapkan:
barangkali ia hanya riak, sebuah tetesan,
sebelum bular-bularnya yang terjal luruh dan luruh.

 

Kemudian kata itu dipenuhi dengan makna.
Selalu dengan anak-anak ia dipenuhi kehidupan
Segalanya lahir dan bersuara:
penegasan, kejelasan, kekuatan,
pengingkaran, penghancuran, kematian:
kata kerja mengambil alih seluruh kekuatan
dan keberadaan yang dibungkus kebermaknaan
dalam gerak keanggunan dirinya.

 

Kata manusia, suku kata, sayap
dari perpanjang cahaya dan perak yang kukuh,
cawan pusaka yang menampung
percakapan-percakapan dengan darah:
di sinilah kesunyian datang bersama-sama dengan
keutuhan kata manusia
dan bagi manusia, tidak berbicara berarti mati:
bahasa memanjang bahkan ke rambut,
mulut berbicara tanpa gerak bibir:
segalanya tiba-tiba, mata adalah kata-kata.

 

Aku mengambil kata itu dan melesatkannya ke dalam perasaan-perasaanku
meskipun ia tak lebih dari sekedar bentuk kemanusiaan,
susunan-susunannya memesonakanku dan kutemukan jalan
menembus setiap gema dari kata yang diucapkan:
aku mengucapkan dan aku menjadi dan, tanpa berkata-kata, aku mendekat
menyeberangi tepi kata-kata yang membisu.

 

Aku minum untuk kata yang tumbuh itu
sebuah kata atau sebuah gelas kristal,
di dalamnyalah aku minum
kemurnian anggur bahasa
atau air yang tak pernah habis,
telaga keibuan kata-kata,
dan gelas dan air dan anggur
mengembangkan nyanyianku
karena verba adalah telaga
dan semangat hidup: adalah darah,
darah yang mengungkapkan hakekatnya
dan begitu menentukan istirahatnya sendiri:
kata-kata memberi kristal ke dalam kristal, darah ke dalam darah,
dan hidup ke dalam hidup itu sendiri.

 

*Diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh Dina Oktavini

“The Isla Negra house.” Photo: © Sergio Larrain/Magnum Photos, 1957.

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT