© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Puisi-puisi Aura Asmaradana

Baru Tiba

Petrichor menyulut bara di paruh siang

Palu kering Senin petang.

Beberapa jam, awan menyerah. Hujan dawai-dawai

Langit dan tanah sama-sama riang

Aku terbakar. Beruntung hanya dalam sekam

sebab merindu terang-terangan cuma buat malu.

Februari 2017

 

Balikpapan-Samarinda

Kami membelah Bukit Suharto

meninggalkan jejak

pada toilet aroma tahu Sumedang serta denting dandang soto Bandung

 

Kami menghela tiap kelokan

Berharap segera istirahkan

bibir di tepi gelas kopi ditemani tanya melengking “mama, di mana?”

 

Kami masih sepi di jok kulit

Mahakam belum tampak

Pikiran masih saja di perut bukit:

dipacul Suharto untuk para transmigran tanpa resep sambal tahu Sumedang yang otentik.

Samarinda, 19 Maret 2017

 

Telanjang Dada di Talise

Rokok tinggal puntung, semangat semontok gunung

Jalan kaki ke Talise, berpikir tentang kedirian

Rambut tinggal uban, berpikir lamat-lamat

Telanjang dada di Talise, bercermin diam-diam

Pada gerombolan pemuda begadang

Pada aroma nasi kuning sambal ikan

Pada asap tembakau dengan gula merah

 

Sebab merenung,

Puji Tuhan di relung-relung

Berkat gelisah,

kerokan menanti di rumah.

Palu, 21 Maret 2017

 

Berenang Pagi

Bapak muda yang resah

mengambang telentang

di dingin teluk Palu

 

Bapak muda berenang

kumpulan bibir merah

megap-megap tercengang

Palu, 21 Maret 2017

 

Kopitaro

Buas bahasa serta lapisan perkara melengkapi celah kursi kayu

sandaran aus

Folk wangi Gayo tubruk mengerak di lika-liku cuping telinga

sampai pagi

Bulan rebah pada lalu-lintas panggilan ibadah di udara

seasin air mata

Hari sibuk bisa jadi lembur tapi libur dengan tukar-tukar ide

tanpa jeda

Mi instan dengan nasi dan rendang buat hangat aforisme, puisi, teori

remang ketika kenyang

Tempat itu tak dimiliki siapa-siapa kecuali kepentingan diri yang utama

membakar waktu

melipat cakrawala

melarutkannya ke dalam tetesan di Vietnam drip

Tiga menit menunggunya sempurna.

Tiga menit itu masa dari senja menuju fajar.

Cileunyi, 3 Maret 2017

____________________
Aura Asmaradana
terdaftar sebagai mahasiswa STF Driyarkara, Jakarta. Bergiat di kelompok sastra rantau Asap Dapur, menulis blog, dan bermain teater. Kumpulan cerita pendeknya “Solo Eksibisi” (2015).

Post Tags
Share Post
Written by

Galeri Buku Jakarta (GBJ) merupakan portal berita literasi; “halaman kebudayaan” yang memuat dan menayangkan karya-karya tulis (literature) mau pun ragam karya seni lain dalam bentuk fotografi, video, mau pun lukisan dengan tujuan mendampingi proses pembangunan manusia Indonesia. Kirim karyamu ke email redaksi: galeribukujakarta@gmail.com Twitter @galeribuku_jkt

No comments

LEAVE A COMMENT