Connect with us
Recently Commented

Book Coffee And More, Vol 2

Rp100.000

Orhan Pamuk dalam pidato untuk penerimaan hadiah nobel sastra yang diterimanya mengisahkan sosok ayahnya; sebagai pribadi yang menyendiri di dalam kamar, dengan buku-buku dan menulis, ia menuturkan: “Menurut Saya, pengarang adalah orang yang tekun, selama bertahun-tahun, berupaya menemukan ‘diri’ yang kedua, sekaligus memahami dunia pembentuk dirinya yang aktual. [o]rang yang mengurung diri di kamar, duduk di depan meja, menyendiri, merenung, dan di antara bayang-bayang, membangun dunia baru dengan kata-kata. Mary Oliver, penyair perempuan yang dikasihi publik, memastikan bahwa dunia kreatif dihuni mereka yang memiliki kebernaian dan komitmen menuruti laku aliran batinnya, suatu panggilan jiwa yang berlaku sebagaimana kesetiaan air pada gaya gravitasi. Seseorang yang berjalan dengan susah payah melalui hutan belantara ciptaan, “mereka yang tidak mengetahui hal ini – yang tidak ‘menelan’ ini – akan hilang.”
Itulah yang dibutuhkan untuk menyelam dalam dunia kreatif dan mengambil dari dalamnya mutiara. Panggilan jiwa yang memastikan mereka memahami, sebagaimana narasi Sontag yang menggugah, pekerjaan pertama para penulis atau bidang kreatif lainnya, adalah “untuk melawan suara-suara penyederhanaan.”

Description

MELAWAN UPAYA PENYEDERHANAAN

Edisi kedua dari Majalah Book Coffee and More, mengajak pembaca untuk melihat sisi yang lebih mendalam dan mungkin gelap dari segala yang dari pinggir tampak absurd tentang dunia seni dan bagaimana seorang menjadi kreatif dengan segala kerumitan dan keberhasilannya. Siapa orang kreatif atau mari bertanya lebih dulu apa (orang) yang kreatif itu? Apa bahaya-bahayanya untuk menjadi “siapa” sementara ruang reflektif meminta menuntaskan maksud dan tujuan dari “apa” penulis atau pribadi kreatif itu sendiri?