© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Perempuan dan Islam dalam Bingkai Media

Judul: Imaging Muslim Women in Indonesian Ramadan Soap Operau

Penulis: Rachmah Idau

Penerbit: Silkworm Books, 2009u

Tebal: xii + 74 halamanu

ISBN: 978-974-9511-07-7

Busana muslimah, lengkap dengan kerudung, menutup tubuh indah perempuan-perempuan cantik yang tampil di layar televisi. Mereka adalah para insan pertelevisian, mulai dari pembaca berita, pembawa acara, sampai artis-artisnya. Identitas keislaman tampak kental diperlihatkan mereka. Industri mode membawa perempuan-perempuan tampil gaya dalam balutan tren busana muslim.

Di Indonesia, pemakaian busana muslim secara signifikan terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama di kalangan perempuan-perempuan kelas menengah. Kerudung modern yang dikenakan mereka menjadi gambaran transformasi sosial dalam kehidupan Indonesia kontemporer. Tampilan busana muslim seperti ini dipengaruhi oleh modernisasi dan perubahan sosial global.

Islam menjelajah banyak jalan, merasuki, dan membentuk kehidupan Muslim sehari-hari. Kebudayaan adalah salah satunya. Melalui tayangan televisi direfleksikan kehidupan sosial masyarakat yang sedang mengalami perubahan, terutama perempuan Muslim di perkotaan. Semisal, fenomena yang terjadi selama bulan Ramadhan.

Sejak satu dekade lalu, menurut sebuah riset, pada bulan suci hampir semua kanal milik televisi swasta nasional menayangkan program acara bernuansa religius keislaman. Satu di antaranya adalah tayangan sinetron (sinema elektronik). Analisis pun dilakukan terhadap sinetron yang memperoleh rating tinggi antara tahun 2000-2003. Tujuannya untuk mencermati apakah serial bertemakan Islami ini turut berpartisipasi membangun kembali citra komunitas Islam kontemporer.

Tayangan fiksi televisi ini dianggap memberikan gambaran sosok ideal perempuan Muslim perkotaan. Latar belakang kehidupan kelas menengah-atas yang dibentuk dalam sinetron menjadikan citra masyarakat dari kalangan ini lebih dominan. Karenanya, mereka seolah-olah dianggap mewakili masyarakat Muslim kontemporer.

Media televisi, melalui sinetron, turut mendukung tampilnya wajah baru citra perempuan Muslim kelas menengah. Tontonan serial religius ini juga memperlihatkan hubungan kritis antara identitas politik dalam komunitas Islam dengan kekuatan global ekonomi pasar dan budaya konsumerisme.

Secara umum, buku ini mengetengahkan sebuah diskusi mengenai hubungan antara media, ide-ide keislaman, dan kedudukan perempuan dalam Indonesia kontemporer. Kajian diawali dengan sebuah tinjauan literatur mengenai perempuan dan Islam serta bagaimana Islam memandang perempuan sebagai individu. Status perempuan Muslim dalam diskursus sosial-politik Indonesia, baik dalam pemerintahan lalu maupun sekarang menjadi pengamatan selanjutnya. (TSD/Litbang Kompas)

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT