© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Ingat: “Hanya Kau yang tahu cara membenarkan tulisanmu”

Kesalahan besar kita saat menulis adalah mencari kesempurnaan sementara kita terus terlibat dengan anganan bagaimana kesempurnaan itu nanti? Mencari kesempurnaan sama saja seperti mengejar cakrawala. Kau harus terus bergerak.

Neil Gaiman adalah seorang novelis, cerpenis dan komikus dengan karya-karya yang telah mendunia. Ia juga tak asing di dunia teater dan perfilman. Suatu kali anggaplah ia memberi kita saran yang baik sekali untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai menuliskannya. Dan apa katanya? Dalam wawancara bersama the guardian ia menyatakan: Peraturan utama dalam menulis adalah jika kau bisa melakukannya dengan yakin dan tekun, kau bisa melakukan apa saja yang kau mau. (Ini juga bisa jadi peraturan utama dalam hidup, namun lebih tepat jika diaplikasikan dalam proses menulis). “Maka itu, tulislah ceritamu seperlunya. Tulislah ceritamu dengan jujur, dan lakukan sebaik mungkin. Aku rasa tidak ada peraturan lain yang berarti dalam proses menulis.” Ujarnya.

Penulis buku-buku laris seperti American Gods, Stardust, Coraline, The Graveyard Book dan Good Omens itu juga menyarankan agar kita segera memualai menulis. Rangkai kata demi kata hingga kau menemukan kata yang tepat, lalu tuliskan kata itu dan selesaikan. “Selesaikan apa yang kau tulis. Apapun yang harus kau lakukan untuk menyelesaikannya, selesaikan tulisanmu.”

Perlukah kita curhat ke teman setelag kita menyelesaikan tulisan awal? Sesekali hal itu perlu kata Neil Gaiman. “Kesampingkan tulisanmu. Baca tulisanmu seolah kau tak pernah membacanya sebelum itu. Tunjukkan kepada teman-teman yang pendapatnya kau hargai dan yang suka terhadap materi tulisanmu”. Ujarnya.

Tapi ingatlah selalu, katanya, saat orang bilang ada yang salah dengan tulisanmu atau ada hal yang tidak masuk akal bagi mereka dalam tulisanmu, mereka hampir selalu benar. Dan saat orang menunjukkan kesalahanmu serta mengajarkan cara untuk membenarkannya, mereka hampir selalu salah.

Benarkan tulisanmu. Kau harus ingat, cepat atau lambat, sebelum kau mencapai titik kesempurnaan dalam tulisanmu, kau harus bisa melepaskannya dan lanjut menulis hal-hal lain. Mencari kesempurnaan sama saja seperti mengejar cakrawala. Kau harus terus bergerak. “sambil menertawai leluconmu sendiri.” Kata Gaiman. Ini lucu? mungkin saja tidak. (*)

TIM Redaksi GBJ/ Editor: Sabiq Carebesth

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT