© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Begini cara para penulis dunia menaklukan lembaran kosong & “writer’s block”

  • 8 Penulis dalam Menghadapi Kebuntuan dan Lembaran Kosong: Margaret Atwood, Jonathan Franzen, Joyce Carol Oates dan lainnya.

Bagi mereka yang menjadikan menulis sebagai jalan hidup atau bahkan mata pencaharian, “writer’s block” atau kebuntuan dalam menulis selalu menjadi momok yang menakutkan. Tentu, ada banyak kebuntuan yang dihadapi oleh penulis, di mana ketika kata-kata tidak dapat mengalir semestinya. Atau di mana penulis mungkin menghadapi kesulitan untuk mengawali sebuah tulisan. Penulis pun sering menghadapi kerumitan untuk mengakhiri tulisannya. Kondisi demikian merupakan fakta klise dari proses kreatif seorang penulis.

“Saya tidak berpikir bahwa kebuntuan menulis itu benar ada,” ujar Philipp Meyer. “Itu dasarnya adalah rasa tidak nyaman. Hal tersebut datang dari kritik internalmu sendiri yang kemudian meningkat ke level lebih tinggi dari pada semestinya… Poin terpentingnya adalah untuk mendapatkan sesuatu di atas kertas” katanya.

Alaa-Al Aswany mengungkapkan poin paling mendasar tentang arti menulis dan kebuntuan adalah “Konflik antara apa yang mau kau katakan dan apa yang bisa kau katakan”

Banyak penulis yang telah diwawancarai, seperti Jonathan Franzen, Lydia Davis dan Joyce Carol Oates bersepakat pada point yang sama: bahwa pikiran dari penulis harus disiapkan dan melakukan analisa yang jauh sebelum tubuh serta tangan mulai duduk dan menulis.

“Pada saat saya berhadapan dengan lembaran kosong, saya punya banyak hal yang ingin saya utarakan,” ujar Oates.

Untuk penulis lain, lembaran kosong menjadi simbol potensial. Untuk David Mitchell, lembaran kosong merupakan pintu yang terbuka tanpa batas. Untuk Margaret Atwood, lembaran kosong “mengundangmu untuk menulis sesuatu di atasnya. Sesuatu harus diisi di atasnya.”

Daniel Kehlmann mengisi lembaran kosong dengan tulisan tangannya dan menyebutnya sebagai moment yang “sangat memuaskan” walaupun menulis draft pertama merupakan momen “bagian menulis yang tidak menyenangkan”

David Mitchell mengatakan bahwa penting mengatasi kebuntuan, sarannya adalah untuk tidak memanjakannya, terus melanjutkan menulis. Artinya, kebuntuan menulis merupakan hal yang pasti dihadapi, namun yang terpenting adalah bagaimana seorang penulis dapat mengurai kebuntuannya sendiri dan mulai bekerja; menulis.

—————————-

 

Diterjemahkan dari “8 Writers on How to Face Writer’s Block and the Blank Page: Margaret Atwood, Jonathan Franzen, Joyce Carol Oates & More” oleh Gui Susan & Sabiq Carebesth (ed).

Written by

Penterjemah, seorang pekerja sosial dan pecinta buku. @GuiSusan

No comments

LEAVE A COMMENT