© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Beauty and the Beast Yang Kini Lebih Humanis

Versi live-action tampil lebih humanis dibandingkan versi animasi.

Versi live-action dari film animasi buatan Disney, Beauty and the Beast, baru saja mulai tayang di bioskop-bioskop tanah air dan menuai atensi yang begitu besar dari masyarakat. Dibintangi oleh Emma Watson sebagai Belle dan Dan Stevens sebagai the Beast, film ini ternyata memiliki beberapa perubahan bentuk cerita dibandingkan versi animasinya yang rilis pada 1991 silam. Apa saja perbedaan tersebut? Berikut perbedaan nyata yang kami kutip dari laman The Insider.

  • Belle tidak terbang melintasi rak buku perpustakaan

Dalam versi animasinya, Belle diperlihatkan terbang seraya menari melintasi rak-rak buku di perpustakaan. Namun di versi live-action, Belle tidak digambar sebegitu ajaibnya untuk mampu terbang, melainkan hanya berjalan melintasi perpustakaan dan mengambil sebuah buku yang diminatinya.

  • Belle tidak mendongeng di hadapan sekumpulan domba

Sebelumnya, cerita animasi Beauty and the Beast menggambarkan adegan pembuka berupa kehadiran sosok Belle yang bernyanyi seraya membacakan dongeng dari sebuah buku kepada sekumpulan domba yang mengitarinya saat duduk di tepian kolam air mancur.

  • Cinta Gaston ditolak secara halus oleh Belle

Sesungguhnya penolakan Gaston oleh Belle di versi animasinya terlihat kasar sekaligus lucu, yakni sang pria kekar tersebut dilempar keluar dari rumah Belle dan terjatuh di kubangan lumpur dengan sambutan menggelikan dari para babi yang berkubang di sana. Adapun di versi live-action, Belle menolak Gaston dengan halus layaknya seorang wanita menolak pria yang menembak hatinya,

Dandelion atau dalam Bahasa Indonesia disebut bunga randa tapak, tidak ditampilkan sedikit pun di dalam versi live-action film Beauty and the Beast. Padahal adegan Belle meniup dandelion adalah salah satu yang paling berkesan di versi animasinya yang tayang pada 1991 silam. Adapun adegan pengganti di versi live-action adalah ketika Belle berbaring di atas rumput hijau setelah berlari dan bernyanyi di area terbuka.

  • Belle yang menghampiri Beast, bukan sebaliknya.

Di versi animasi, Belle digambarkan ketakutan menunggu sosok Beast muncul menuju cahaya di depannya. Namun sayang, ketegangan tersebut diganti dengan sikap penasaran yang ditunjukkan oleh Belle ketika akan bertemu Beast untuk pertama kalinya di versi live-action.

  • Apakah Gaston tetap bersikap misoginis?

Gaston digambarkan sebagai sosok misoginis yang gemar memamerkan otot di hadapan orang lain, terutama di depan wanita. Menariknya, di versi live-action, Gaston justru digambarkan sebagai pria kharismatik yang dikenal sebagai pahlawan muda yang melindungi kota tempat tinggal Belle dari serangan gerombolan perampok bengis. Lalu mengapa Belle tidak menyukainya? Lebih baik Anda menonton langsung untuk mencari tahu jawabnya.

  • Beast dan Belle tukar posisi saat bermain lempar bola salju

Dalam versi animasinya, saat lagu Something There dinyanyikan, Beast dan Belle digambarkan tengah bercana saling lempar bola salju denga akhir tumpukan salju di batang pohon jatuh di atas kepala Beast. Namun pada versi live-action, justru Belle yang terkena bola salju di wajahnya.

Selengkapnya: AXEL ABYAN / http://www.esquire.co.id

Share Post
Written by

Galeri Buku Jakarta (GBJ) merupakan portal berita literasi; “halaman kebudayaan” yang memuat dan menayangkan karya-karya tulis (literature) mau pun ragam karya seni lain dalam bentuk fotografi, video, mau pun lukisan dengan tujuan mendampingi proses pembangunan manusia Indonesia. Kirim karyamu ke email redaksi: galeribukujakarta@gmail.com Twitter @galeribuku_jkt

No comments

LEAVE A COMMENT