Dari Magrib ke Subuh

Waktu melanda seperti arus
Air bah atau lautan
Menuju juga ke muara
Mengalir kembali entah ke mana
Seperti hidup pada suatu usia
Menjadi magrib ke subuh
Tak perlu lebih dari itu

Hidup seperti jaring pembatas
Angin menelusur takdirnya
Melewati sebagian diri
Tak terkendali pikiran sendiri
Terlupakan atau sama sekali
Tak untuk dikenangkan

…………..

Melanda waktu pada hidup
Dari magrib ke subuh lagi
Hidup milik siapa
Untuk apa–
dikenang atau berlalu
Saban subuh hari berganti
Saban magrib hidup terlewati
Kemarin dan nanti milik hari ini.

Aku melonggarkan diri
Dari kutukan atau sebab apa
Beberapa ketika;
Berupa serupa bahagia.

Apakah aku bahagia?
Apakah luka apakah?

Aku tak lagi bertanya
Pertanyaan telah dikembalikan
Kepada muasalnya
Bahwa hidup akhirnya batas
Lalu aku barangkali
Meniada dalam batas batas.

Jakarta, 7 Juli 2022
Sabiq Carebesth

Share This Story!
Shares
Shares
Exit mobile version