6 Nasihat Menulis Prosa Dari Ernest Hemingway

Seorang harus mulai belajar menulis sejujur-jujurnya. Menguasai teknik menulis, dan untuk hal itu pada dasarnya semua penulis belajar seumur hidup.–From Ernest Hemingway On Writing” | by Larry W. Phillips (Editor)


Siapa yang tak mengenal dan belum membaca novel klasik—tapi selalu terasa aktual karena pembacanya yang tak pernah habis:The Oldman and the Sea karangan Ernest Hemingway? Hampir semua penikmat sastra khususnya novel dipastikan telah membaca novel tersebut. Karya yang juga membawanya menadapatkan Nobel Sastra dan menjadikannya salah satu penulis legendaris paling dikagumi. Tak terkecuali dari teknik bercerita yang ia miliki.

Hemingway adalah novelis dengan teknik bercerita yang efektif serta permainan karakter yang menarik. Dalam buku Hemingway: On Writing kita bisa mengambil beberapa pesan dan tuntutan untuk menulis efektif dan bermutu. Berikut enam di antara penuntun penting menulis prosa dari Hemingway yang layak kita renungkan:

  • “Semua penulis amatir selalu jatuh cinta pada kisah-kisah epik.”
  • “Hal tersulit yang harus dilakukan oleh seorang penulis adalah menuliskan prosa tentang manusia dengan sejujur-jujurnya. Pertama, kalian harus tahu subyek yang hendak diceritakan; lalu kalian harus tahu caranya menulis. Dua-duanya butuh latihan seumur hidup.”
  • “Semua buku berkualitas itu memiliki sifat yang sama: setelah Anda selesai membacanya, maka Anda akan merasa seolah semua yang terjadi di dalam buku itu telah terjadi pada Anda; dan semua pengalaman yang tertera di dalamnya menjadi pengalaman Anda juga—termasuk yang baik dan buruk; kegirangan, penyesalan dan kesedihan; serta orang-orang, tempat dan cuaca disana.”
  • “Tulisan yang berkualitas akan selalu membuat Anda bertanya-tanya tentang proses kreatifnya. Tak peduli seberapa sering Anda membaca tulisan itu, Anda takkan pernah menemukan jawabannya. Hal itu dikarenakan semua tulisan yang berkualitas selalu mengandung misteri; dan misteri itu takkan pernah bisa dipecahkan. Misteri itu akan terus berlanjut. Setiap kali Anda membaca tulisan itu, Anda akan selalu melihat atau mempelajari hal-hal baru yang tidak Anda temui sebelumnya.”
  • “Bagian terbaik dari sebuah buku biasanya berasal dari sesuatu yang tak sengaja didengar oleh si penulis atau kehancuran dari seluruh hidup si penulis—dan keduanya sama-sama efektif.”
  • “Berkah paling penting bagi seorang penulis adalah indera pencium kebohongan, kemunafikan serta kepura-puraan. Ini adalah radar bagi si penulis; dan semua penulis-penulis hebat dunia memilikinya.”

Apa yang terpenting? Pertama-tama, untuk menjadi penulis bermutu,  seorang harus mulai belajar menulis sejujur-jujurnya. Menguasai teknik menulis, dan untuk hal itu pada dasarnya semua penulis belajar seumur hidup.

Share This Story!
Shares
Shares
Exit mobile version