Tuesday, May 17, 2022

Perjamuan Kudus Keluarga Pemulung Miskin yang Berbahagia—Puisi Joshua Vincentius

Perjamuan Kudus Keluarga
Pemulung Miskin yang Berbahagia

Di dalam rumah kumuh kecilnya yang tergenangi oleh air banjir, seorang pemulung miskin beserta anak dan istrinya, masing-masing menyantap sampah makanan restoran cepat saji dan juga segelas rebusan air hujan yang dicampur dengan sesendok gula.
Mereka bersuka ria.
Merayakan perjamuan kudus.
Merayakan kematian manusia.

(2020)

MMXCV

Di atas sampan yang sudah berulang-ulang kali dibetulin. Bocah kecil umur lima tahun berbaju lusuh bertanya pada babenya yang mewariskan gen kemelaratan.
“Pohon itu beneran ada gak sih, Be?”
“Pohon itu benda takhayul, Tong. Udeh, kagak usah percaya omongan engkong lu, dah.”
Angin dan panas siang yang terik, menyengat kulit gelap kedua manusia miskin itu, ketika mencari ikan di laut Jakarta. Mereka mengambang di atas rumah-rumah ikan, bekas reruntuhan mal mewah yang tenggelam puluhan tahun silam.

(2020)

Railway to Heaven

Pastor telah pergi
meninggalkan peron
stasiun Tanahabang
menuju starry night
menuju starry night
malam penuh bintang.

Vincent Van Gogh bertelinga
kiri utuh berlari kecil mengikuti
perginya gerbong kereta itu sambil berseru
“Pastor sedang moksa,
Pastor telah moksa!”

(2020)

Share This Story!
Shares

More City & Poetry

Shares