Jakarta Pukul Tujuh Pagi—Puisi Ina Herdiyana

Jakarta Pukul Tujuh Pagi

pukul tujuh pagi
mobil-mobil berlari
menderu, menjemput kepulangan
dan kepergian kaum buruh

arloji bergerak cepat
membunuh cemas dan lelap

tak ada kematian di sini
jiwa-jiwa kekal
berputar dalam mesin baja

Jakarta,
tanganmu yang lapang
memberi kekuatan
para buruh
yang lama terbaring
lumpuh

Bangkalan, 2020

Kota Urban

jalan bercabang, sesak harapan
bau keringat para buruh
memikul beban

kota, dada lampu yang berpijar
menerangi kaki-kaki waktu
dari terminal masa lalu

bus kota mengantarku
di antara bising dan nyanyian sumbang
anak jalanan

gedung-gedung menjulang
meninggikan khayal dan kenang

Bangkalan, 2020


Ina Herdiyana, asal Sumenep. Menyukai kegiatan sastra. Menulis puisi dan esai. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi Keluarga Besar Penyair Bangkalan (Komunitas Masyarakat Lumpur, 2017). Senyuman Lembah Ijen (Dewan Kesenian Banyuwangi, 2018). Lampung Post (29 April 2018). Kabar Madura (2018). Esai Pemuda dan Bahasa Kesatuan Kita (Jawa Pos Radar Madura, 2017). Surat Kecil untuk Perempuan:Mengenang Ibu Kartini (Jawa Pos Radar Madura, 2017). Ada Apa dengan Madura: Catatan dari Kampung Buku Jogja (Jawa Pos Radar Madura, 2018). Saat ini bekerja sebagai editor di media cetak sembari bergiat di Komunitas Masyarakat Lumpur, Bangkalan.
Share This Story!
Shares
Shares
Exit mobile version