Tuesday, May 17, 2022

Sajak Cinta Sepanjang Malam

1/
Cinta adalah masa yang menjadi silam
Yang terbakar menjadi api unggun 
Di antara orang-orang mabuk
Kepayang dan kedinginan
Menahan pilu dan menari
Hasrat yang terburu dan pedih yang menjulang
Dewi kasmaran memadahkan kidung dan lara
Janji yang silam;
Tangismu dan ratapku bangkit
Dari kedalaman
Membisu dalam nyanyian
Tersesat dalam tarian yang asing

2/

“Mabuklah dalam cinta—
Kenapa tak kau nyanyikan lagu jiwamu?—
Beritahu seluruh dunia
Cinta yang tak sanggup berhenti
Ia berlari memburu
Lagu-lagu telah dikidungkan
Kenapa tak kau miliki cintamu
Yang telah menjadi lagu burung-burung malam
Dinyanyikan sepanjang pesta
Saat semua perindu 
Merayakan keheningan.”

3/

Detak jantungmu
Pejam matamu
Ratap dan pilimu
Lelahmu yang menunggu
Bersekutulah bersama
Mabuk dan menyanyilah
Cinta adalah sajak panjang
Milik penyair dan penari
Yang tak pernah menulis sajak cintanya
Yang tak pernah menyanyikan lagu kasmaran
Detak jantungmu lagu ratapmu
Telah menjadi serigala
Yang melolong ke puncak dan jauh
Ratap cinta yang memanggil…

4/

Cinta ini akan kehilangan bahasa
Lagu ini akan kehilangan irama
Rembulan akan menjadi api
Seorang akan tetap menari
Perindu akan tetap bernyanyi
Kata-kata pulang ke surga

Yang tidak mabuk tidak mengerti
Yang bukan penyair takkan mendengar
Ratap cinta yang memanggil..

5/

“Lagu-lagu akan berakhir
Penyair akan berhenti
Api kan padam
Waktu segera berlalu
Pesta dan sunyi kan jadi pagi
Jika jiwa tak juga berpeluk
Takkan ada kisah cinta
Takkan ada lagu dan tari
Tak ada kesunyian dan hening
Juga tidak ratap dalam duka kata
Cintalah yang melahirkan bahasa
Cinta yang membakar semua
Cinta yang menyusun sajak ini
Cinta yang membakar
Sajak cintaku sepanjang malam”

6/

Peluk cintamu sebelum 
Lampu-lampu kota ini dipadamkan 
Dan orang-orang menggantinya
Dengan kata-kata tak bermakna
Berhamburan di jalan-jalan
Di kafe-kafe

O kekasihku, tak ada sajak dikafe-kafe
Tak ada sajak di jalan-jalan
Kita semua telah terlambat
Kehilangan lagu-lagu
Ditinggalkan dan Lelah
O kekasihku
Aku mabuk—senidirian!
Sepanjang malam—dalam sajak-sajak cinta 
Yang gagal kutulis untukmu.

Jakarta, Sabiq Carebesth

Share This Story!
Shares

More City & Poetry

Shares