Puisiki untuk Mereka yang Tak Menyukai Puisi

Jadi siapa hadirin untuk puisiku?

From The Paris Review Office / Getty

Banyak dari sajak-sajakku merupakan sajak-sajak cinta. Aku hanya mampu menuils puisi, sebagian besar, saat aku mempunyai sebuah inspirasi, seorang perempuan yang memfokuskan dunia untukku. Dia mungkin saja seorang kekasih, mungkin saja bukan. Dalam satu kasus dia adalah seseorang yang hanya kulihat satu kali, saat makan siang di dalam sebuah ruangan penuh dengan banyak orang lain, dan aku menulis satu buku penuh sajak-sajak. Banyak dari sajak-sajak itu belum dipublikasikan.

Tapi inilah misterinya. Sesuatu terjadi yang menyentuh sumber dari puisi dan menyalakannya. Terkadang itu merupakan hasil dari hubungan percintaan yang panjang, seperti halnya dengan sajak-sajak “The Divorce of Lovers”, rangkaian sonata itu. Akan tetapi tidak selalu. Jadi siapa hadirin untuk puisiku? Hadirinku adalah orang yang kucintai. Tetapi biasanya “orang yang kucintai” tidak benar-benar tertarik pada sajak-sajak.

*) May Sarton
Share This Story!
Shares
Shares
Exit mobile version