Tuesday, May 17, 2022

Nun Sebelum Batavia—Puisi Ahmad Kohawan

Nun Sebelum Batavia

nun sebelum Batavia
nelayan kali Cilamaya
berjalan kaki menuju cita
Tarumanagara
petani Sangkuriang
menetap di kaki bukit
mengeja kaki langit
ia percaya, seni dan politik tak jauh berbeda
mengguggah menggerakkan
cerita sebelum lelap

dan entah sejak kapan
mentari di balik awan
Kalapa tumbuh di kepala
namun tak sesiapa yang risau
begitu banyak yang pergi
begitu banyak yang menepi
sembunyi isak paling ringkih
dan warga tak juga mengerti
tanah ini milik siapa?

terlalu dekat terlalu dalam
nun sebelum Batavia
nun sebelum Batavia.

Parepare, April 2020


Tak Ingin Lelap

tidak ada penerbangan
hari ini atau malam nanti
bandara tutup sementara
pabrik sekolah bahkan taman
dan puisi yang kau ingin
terbakar bayang bayang

tidak ada perjalanan
hari ini atau malam nanti
labuhan tutup sementara
rumah Tuhan jejakmu juga
dan inai yang kau harap
lesap angan angan

di Jakarta
bayang-bayang
berhenti bergerak
angan-angan
tak lagi terbang

tak pernah lelap
tak ingin lelap.

Parepare, April 2020

Rindu Jakarta

Djayakarta
Djakarta
Jacatra
apa arti sebuah kisah?
pada hujan yang kau kenang

Kalapa
Batavia
Betawi
apa arti sepasang isak?
pada bara yang kau sekap

Melayu
Ambon
Bugis
apa arti kampung halaman?
pada rahasia yang kau genggam

di perjalanan sebuah dekapan
sebuah kisah
sepasang isak
kampung halaman
apa arti seribu mil kerinduan?

Parepare, April 2020

Share This Story!
Shares

More City & Poetry

Shares