Connect with us

Tentang Galeri Buku Jakarta

 

Logo Galeri Buku Jakarta

Galeri Buku Jakarta (GBJ) adalah perkumpulan kultural muda-kreatif dari berbagai disiplin seni baik para penulis, animator, filmmaker, videomaker, komikus, ilustrator, pelukis maupun pelaku kreatif lain yang bekerja untuk memajukan kebudayaan indonesia dan mengambil peran kultural dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia indonesia. Secara khusus GBJ memiliki tujuan untuk menjadi  “Halaman Kebudayaa Indonesia”.

Laman galeribukujakarta.com sendiri adalah upaya kecil dari tujuan besar tersebut. Galeribukujakarta.com berisi berita berita literasi; yang memuat dan menayangkan utamanya karya tulis (literature) seperti ulasan buku, cerpen, puisi mau pun esai dan ineterview dengan tokoh-tokoh public terkait dunia membaca-menulis, kebangsaan dan budaya. Laman tersebut juga dimungkinkan untuk ragam karya seni lain dalam bentuk fotografi, video, mau pun lukisan dengan tujuan mendampingi proses pembangunan manusia Indonesia, serta turut mendorong kemajuan Indonesia melalui jalan kebudayaan.

Sebagai halaman kebudayaan ia dimaksudkan sebagai siasat, empati, sekaligus gelanggang bagi bersemainya ide, terawatnya empati dan kohesi kemanusiaan Indonesia yang bebas, modern dan berkemajuan. Apa yang dikerjakan GBJ adalah usaha meneruskan apa yang telah dimulai oleh angkatan sebelumnya dalam ikut serta memajukan Indonesia modern melalui jalan kebudayaan—dengan pengembangan dinamika literasi khususnya bagi generasi muda indonesia di era milenial sekarang ini.

Pada sisi lain ada masalah bersama yang sama kita hadapi, terkait pemahaman akan “melek-huruf” di indonesia yang masih belum menjadi suatu taraf kebudayaan. Sehingga membaca dan menulis masih merupakan pengandaian teknis dari kebutuhan dalam bidang-bidang pekerjaan mau pun pengajaran dalam sekolah atau universitas saja. Membaca dan menulis masih merupakan perangkat teknis, masih menjadi alat—sebatas keharusan di dalam dunia kerja mau pun pengajaran. Masalah klasik yang pernah mencuat dan diangkat pada tahun-tahun awal pembangunan (manusia) Indonesia tetapi belum menunjukan kemajuan berarti hingga hari ini.

Karenanya, apa yang kami harapkan dengan Galeri Buku Jakarta adalah masyarakat yang tidak hanya membaca, tapi membaca sebagai suatu budaya—suatu masyarakat pembaca; juga masyarakat yang tidak hanya menulis sebagai instrumen teknis seperti dalam pekerjaan mau pun pengajaran; tapi suatu masyarakat penulis; masyarakat yang membaca dan yang menulis sebagai suatu budaya. Yang mampu mengenalkan bangsa dan kebudayaanya kepada dunia melalui kemampuan dan karya tulis mau rupa seni lain generasi mudanya. Semua itu dalam falsafah “Identitas dan Kemungkinan Tak Terbatas”. Terjemahan dari proses tiada akhir memajuikan kebhinekaan dan ketunggal ikaan keindonesiaan.

Gelanggang Baru Membaca

Galeri Buku Jakarta sebagai suatu “gelanggang” kebudayaan di luar sistem, bersiasat untuk menghadirkan bacaan, wacana dan tulisan di ranah umum (general knowledge) terkait pengetahuan tentang seni dan sastra, tentang sejarah dan politik, tentang keadaan dunia internasional dan perkembangan ekonomi, tentang sains dan teknologi, juga tentang filsafat dan kebudayaan. Sementara ragam bacaan wajib (required reading) dan ragam bacaan yang dianjurkan (recommended reading) telah semestinya dilakukan oleh negara melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada.

Galeri Buku Jakarta berharap bisa turut mendorong terwujudnya literasi sebagai suatu budaya. Kebudayaan memabaca dan menulis—melek huruf sebagai suatu budaya, mengandaikan masyarakat yang terpenuhi kebutuhannya dalam membaca dan menulis, sekaligus menjadikan membaca dan menulis sebagai suatu kebutuhan. Sebab masalah indonesia saat ini bukan pertama-tama pada minat baca, tapi juga kelangkaan sumber bacaan khususnya di wilayah pinggiran indonesia.

Masyarakat yang membaca dan menulis bisa menandai modernitas suatu bangsa, sebab dengan membaca dan juga menulis akan lahir suatu generasi bangsa yang memiliki kreatifitas sekalaigus empati, kemanusiaan dan dorongan kuat untuk menjadi modern tanpa meninggalkan martabat kebangsaannya sendiri.

Virginia Woolf, pembaca omnivora yang melahap dan memamah ratusan judul buku, dalam esainya “How Should One Read a Book” menulis bahwa “cara terbaik untuk membaca adalah dengan (juga) menulis. Dengan menulis seseorang mencoba sendiri bereksperimen dengan bahaya kata-kata dan kesukarannya”.

Senada, Karlina Supelli, guru filsafat dan pembaca buku yang sama lahapnya pernah berujar, membaca memang bukan bagian terpisah dari menulis, keduanya adalah pembentuk jalan ke masa depan. Keduanya merupakan bagian yang memungkinkan perkembangan penalaran individual, pemikiran kritis yang independen, pembangkitan kepekaan terhadap kemanusiaan yang di negeri ini seperti terbungkam sekian dasawarsa. Apalagi? Terlalu banyak untuk membiarkan membaca dan menulis menjadi bagian yang tersia-sia di dalam kehidupan di negeri ini yang begitu hingar bingar oleh berbagai kepentingan. (Lihat “Buku dalam Indonesia Baru”, Yayasan Pustaka Obor. Jakarta, 1999)

Maka berbicara menganai masyarakat baru Indonesia, terkait masa depan indonesia ke depan, menyangkut era dan generasi baru “milenial”, adalah berarti juga bicara tentang kemungkinan baru untuk dunia membaca-menulis dalam dunia kita sehari-hari. Dan harus ada yang bekerja untuk dunia semacam itu tanpa harus menunggu negara hadir dalam bentuknya yang paling konkrit.

Visi Misi

Karenanya galeri buku jakarta didirikan dengan visi dan misi sebagai berikut:

  • Visi Galeri Buku Jakarta:adalah mendoroang tumbuhnya masyarakat yang kritis, berbudaya, dan hidup dalam tradisi inetelektualisme filosofis yang memungkinkan terwujudnya masyarakat demokratis, empatik, beretika, dan mencintai pengetahuan (kebijaksanaan) melalui tradisi membaca dan menulis sebagai suatu budaya .
  • Misi Galeri Buku Jakarta:adalah melakukan pendidikan-kebudayaan khususnya bagi generasi muda milenial sebagai anak zaman sekaligus pembentuk zaman melalui bidang baca-tulis dengan kritis dan mendalam. Kolaborasi lintas kreatifitas dan seni serta inetelektual dalam upaya mengajak masyarakat untuk mencintai buku-buku, mengajarkan filsafat sebagai tradisi etis bermasyarakat; memfaslitasi kemungkinan-kemungkinan terwujudnya bentuk-bentuk baru kreatifitas dan karya. Dan terutama, menguatkan generasi muda dengan tradisi baca-tulis, inetelektualitas-kritis dan seni-kebudayaan yang terlibat masuk ke dalam zamannya.

Karenanya Galeri Buku Jakarta akan:

  • Menghadirkan review buku-buku, kritik kebudayaan, kolom kritis, melalui laman online mau pun edisi cetak berupa publikasi majalah buku dan penerbitan buku-buku sebagai penanda zaman dalam falsafah utama: “Identitas Dan Kemungkinan Tak Terbatas.”
  • Interview dengan para penulis dan tokoh kebudayaan indonesia guna menggali inspirasi dan pembelajaran.
  • Memfasilitasi diskusi-diskusi kebudayaan dan buku-buku khususnya menyangkut pergulatan kemanusian dan keterasingan manusia dalam ruang “urban” yang nyaris tanpa batas dan identitas.
  • Upaya penerbitan dan toko buku mendiri dengan karakter yang khas dan membantu mereka yang muda dan baru di dunia kepenulisan dan buku.
  • Menciptakan ruang dan gelanggang baru utamanya bagi generasi muda untuk berkarya–turut menginspirasi zaman baru dengan kedalaman, seni dan filsafat.

Galeri Buku Jakarta ingin menjadi sumber informasi utama tentang buku-buku, dunia pengarang, filsafat, pengetahuan, humaniora dan dinamika kemajuan manusia indonesia; Di mana para penulis akan menulis di sini, membicarakan dan mengkritik bahkan karyanya sendiri dan orang-orang berbicara tentang kemajuan, pertumbuhan karakter, regenerasi yang efektif tanpa kehilangan akarnya; GBJ ingin menjadi ruang yang memungkinkan berlangsung kolaborasi lintas seni, lintas wahana kreatif dari generasi milenial khususnya untuk menghasilkan bentuk-bentuk perkembangan baru yang berguna bagi perkembangan kebudayaan indonesia.

Kami mengajak siapa saja untuk berbagi pemikiran, karya dan berkolaborasi bersama kami di laman ini.

Sabiq Carebesth

Founder/ Chief Editor