© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
 

Puisi-Puisi Kurt Tucholsky (1980-1935)

SERBA MATA DI KOTA BESAR

 

Bila kamu pergi ke tempat kerja

Pada pagi buta,

Bila kamu berdiri di stasiun

Dengan kesusahanmu:

 

Lalu kota memperlihatkan

Padamu rata seperti aspal

Di dalam corong manusia

Berjuta-juta muka:

 

Dua mata tak dikenal, pandangan singkat,

Alis, manik, kelopak—

Apa itu tadi? Bahagia hidupmu barangkali…

Lewat, lepas lenyap, tak kembali.

 

Kutempuh sepanjang hidupmu

Di atas ribuan jalanan;

Kulihat lewat lorongmu,

Mereka yang sudah lupakan kamu.

 

Sebuah mata memberi isyarat, jiwa bersuara

Kau telah temukan

Hanya untuk sesaat..

 

Dua mata tak dikenal, pandangan singkat,

Alis, manik, kelopak—

Apa itu tadi?

Tak ada manusia yang bisa memutar kembali sang waktu

Lewat, lepas lenyap, tak kembali.

 

Kau harus dalam perjalananmu

Mengembarai kota-kota;

Melihat sedetak jantung

Manusia lain tak dikenal.

 

Mungkin dia lawan,

Mungkin dia teman,

Mungkin dalam pertaruangan

Menjadi kawan.

 

Dia memandang ke dirimu

Dan lewat sudah…

Dua mata tak dikenal, pandangan singkat,

Alis, manik, kelopak—

 

Apa itu tadi?

Dari gerombolan umat manusia sekarat!

Lewat, lepas lenyap, tak kembali.

 

 

Kurt Tucholsky (1980-1935), Penyair Jerman. Seorang wartawan dan pengarang yang mencipta prosa dan puisi yang satiris. Sebagai lawan pemerintah Nazi, Tucholsky dilarang dan dikejar. Sejak tahun 1929 ia menetap di Swedia. Tragis ia akhirnya bunuh diri karena tak betah menyaksikan keberhasilan gerakan Nazi. (foto by http://www.pakistan.diplo.de)

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT