© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
HomeArticleGlosarium

Glosarium

Kehendak merupakan kemampuan makhluk rohani, spiritual. Karena itu, manusia berkehendak, malaikat berkehendak, Tuhan berkehendak. Dalam bahasa Latin ada kata voluntas, yang berarti ‘kehendak, kemauan,

Kita mengenal beberapa kenikmatan. Ada kenikmatan badani; kenikmatan estetis atau seni; kenikmatan intelektual; kenikmatan etis-moral; kenikmatan rohani, spiritual. Di dalam kenikmatan badani ada kenikmatan

Keadaan permukaan planet bumi ini tidak sama. Da yang tinggi, ada yang rendah. Ada yang subur, ada yang gersang. Ada yang basah, ada yang

Sudah tak dipersoalkan lagi bahwa manusia dari hakikatnya sendiri adalah makhluk sosial. Manusia hanya dapat hidup dan berkembang sebagai manusia dalam kebersamaan dengan orang

Humanitarianisme berpangkal dari paham humanistis yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Manusia memang dianggap bermartabat luhur dan berpotensi tinggi. Namun, martabat tinggi itu

Dalam filsafat dibedakan antara esensia dan eksistensia. Esensia membuat benda, tumbuhan, binatang dan manusia. Oleh esensia, sosok dari segala yang ada mendapatkan bentuknya. Oleh

Manusia, masyarakat, dunia terus bergerak, berubah, dan berkembang. Gerak, perubahan, dan perkembangan tak pelak lagi merupakan gejala kehidupan. Apa yang mandek, tetap, dan tak

Dalam hidup ini kita mengenal dua macam kekuasaan: pertama, kekuasaan personal yang melekat pada keadaan dan mutu pribadi pemegangnya sehingga orang itu dihargai, dihormati,

Kehidupan di dunia ini menampilkan segi hitam dan putih, unsur jahat dan baik, warna suram dan cerah, serta kenyataan pahit dan manis. Ada perang,

Dari berbagai ajaran dan doktrin ada yang amat menekankan perorangan atau pribadi. Ajaran atau doktrin itu disebut individualisme. Namun itu sesuai dengan arti akar

Manusia diperlengkapi dengan berbagai daya kemampuan (faculty). Ada daya kemampuan indriawai, intelektual, dan spiritual. Perwujudan dan pemenuhan daya-daya kemampuan itu membawa rasa nikmat tersendiri.

Dalam agama, moral, etika, atau hukum, meskipun tak dapat dipisahkan, dapat dibedakan antara bentuk dan isi, ungkapan dan maksud-tujuan, rumusan dan hal yang dirumuskan,