© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
HomeArticle

Article

Sewaktu kuliah di fakultas ilmu pengetahuan budaya alias fakultas sastra UI, sesekali suara-suara merdu terdengar dari auditorium salah satu gedung. Mahasiswa sastra Indonesia sedang

Tujuan penulisan sebuah ulasan adalah untuk mengevaluasi dan menilai sesuatu. Kita menilai segala hal setiap hari. Misalnya, kamu punya band atau pertunjukkan televisi kesukaan,

Sastra juga milik mereka yang dari negeri jauh dan kerap dicap terbelakang untuk waktu yang bahkan tidak sebentar, tapi sastrawan mereka, karya sastra terbaik

Terdapat tradisi besar tentang gangguan jiwa dalam karya fiksi. Penulis era Victoria senang menyembunyikan perempuan gila di atas sebuah Menara atau loteng, dimana dia

Oleh: Guruh Ramdani* Mula-mula mari kita nyatakan bahwa tulisan ini adalah tentang “Lukisan Pesanan”, sehingga seyogya dan sebijaknya untuk tidak lebih dulu mencampur-adukkan dengan andaian

Tantangan indonesia hari ini terutama datang dari dua soal. Pertama: tantangan persatuan nasional. Kedua: tantangan keadilan sosial. Yang pertama terkait merebaknya intoleransi agama-agama dan

Tentang menulis fiksi, sebetulnya banyak yang mau kuceritakan dari pengalaman setahun terakhir yang penuh jumpalitan. Ada pengalaman menandaskan tulisan sepanjang 75.000 kata hanya dalam

Nilla A. Asrudian* Terkesan berlebihan? Mungkin saja. Tapi itulah yang terjadi di masa awal kepenulisan saya. Pada tahun 1996, terdapat banyak malam seperti itu. Malam

Oleh: Juma’ Kisah menulis ini akan saya mulai dengan dua ungkapan “provokatif” dan cukup membuat saya punya keberanian untuk merantau. Pertama, “hidup yang tak dipertaruhkan,

Marlina Sopiana* Sudah dua tahun sejak lulus kuliah, rasanya menulis bukan lagi kegiatan yang lumrah dan mudah dilakukan. Bukan berarti ketika kuliah menulis paper merupakan

Ellena Ekarahendy Kamu tak pernah ingat benar apa yang membuatmu memastikan jari-jarimu tekun mencatat. Kamu hanya meyakini bahwa kamu mencatat untuk mengingat, sebab kamu tahu

Julukan yang disandang Radhar Panca Dahana sangatlah beragam. Ia dikenal sebagai esais, sastrawan, kritikus sastra, dan jurnalis.Ia pun bergiat sebagai pekerja dan pengamat teater.