© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
Home2017February

February 2017

Penantian Sayang, ke mana dikau pergi? Kudatangi tempat-tempat suci Kukunjungi rumpun bunga-bunga wangi Tak kucium gelagatmu sama sekali   Sayang, temuilah aku barang sesruput kopi Cuap-cuap tentang kebahagian sejati Menata niat, mensejajarkan langkah demi keindahan abadi   Sayang, paling tidak wartakan kabarmu padaku Masih relevankah janji-janji suci? Masih tersisakah energi revolusi? Masih adakah rona merah di pipi?   Sayang, resolusi

W.S. Rendra: Mempertimbangkan Tradisi (Pidato Rendra Pada Penerimaan Penghargaan Dari Akademi Jakarta)   HARI ini Akademi Jakarta telah memberikan hadiah penghargaan kepada saya sebagai seorang seniman. Hadiah penghargaan itu saya terima dengan baik. Terima kasih. Selanjutnya perkenankan saya mengutarakan kegirangan hati saya karena mendapatkan penghargaan ini. Pepatah mengatakan: “Di dalam ilmu

  Puisi Sederhana   Jika kita kalah malam ini penyairku Sebelum anjing di langit melolong Sebelum tikus-tikus merayakan rembulan Dan kita terus gagal menjadi waktu   Puisi adalah detak jantung Yang mempercepat malam Menggiring kesunyian kita Ke peraduan di mana kita Menggambar cinta dengan penuh nafsu   Puisi adalah langkah kaki Yang menuntun jiwa kita Mengarungi lautan paling dalam Di sana matanya Membawa