© 2016 GALERI BUKU JAKARTA. ALL RIGHTS RESERVED.
Home2016December

December 2016

  Oleh: Etgar Keret[1] Cewek pertama yang kucium bibirnya bernama Vered, yang berarti bunga dalam bahasa Hebrew. Itu ciuman yang panjang. Kalau saja bisa semauku, pasti sudah kucium selamanya, atau paling tidak sampai kami tua dan kisut dan mati, tapi Vered duluan yang menyudahi. Kami sama-sama diam

Dini hari, seorang lelaki terbangun, beranjak dari tempat tidurnya. Jemarinya merayap di permukaan meja. Pandangannya belum kembali normal seperti seharusnya. Matanya remang kunang-kunang. tapi keadaan segera membaik. Lelaki itu beringsut ke atas kursi. Kini ia duduk sempurna menghadap meja. Tangannya mantap menggenggam pena. Di sampingnya,

Apakah kita pernah benar-benar menjadi sepasang kekasih?  Yang kuingat adalah percakapan-percakapan panjang, bait-bait puisi, dan kutipan-kutipan buku. Gagasan-gagasan yang memenuhi udara sambil menyesap kopi dan saling ejek tentang kebodohan-kebodohan kecil kita. Aku curiga kita adalah alter ego yang menyamar menjadi sepasang kekasih. Jambi, 18 Januari 2016   Yang diambil dengan paksa Ada hati yang didekap terlalu erat kepingan-kepingan yang

Ah Jika pelan ia adalah kenikmatan Semisal es degan yang melancar Di tenggorokan. Bisa juga ia serupa Ujung pertempuran ranjang mempelai   Jika kencang ia adalah kekecewaan Semisal sinyal hape yang gangguan Saat si Doi video call untuk menyaput Rindu di bentangan jarak dan waktu   Manakah yang lebih sering kaulontarkan: Kenikmatan dahaga dirahmati kesegaran Atau kekecewaan gagal

Karya: Anton Pavlovich Chekhov[1] (1885) | Diterjemahkan oleh: Regina N. Helnaz “Baiklah, cukup sudah aku minum-minum! Tidak… t-ti-dak akan aku tergiur lagi. Saatnya ambil kendali, aku harus bangkit dan bekerja… Tentunya kau senang mendapat gaji, jadi kau harus bekerja dengan jujur, tulus, teliti, tanpa peduli tidur